Mengaku Advokat, Dan Rugikan Kliennya, Oknum Ketua LSM Di Polisikan

KABUPATEN BEKASI – Liputan4.com

Polres Metro Bekasi Menerima Laporan Adnan Ali Abdullah yang melaporkan sdr.Ky.Moch.Mas Noto S.Lamri Abd Assekhi.SH yang juga merupakan Ketua umum LSM “Perkota Nasional Nusantara Indonesia” dan Ketua LBH ” Mutiara Yustisia Nusantara Indonesia ” atas tindakanya melawan Hukum pidana maupun perdata dengan nomor Laporan LP/1257/902-SPKT/K/XII/2019/Restro Bekasi.


 

Pelaporan tersebut didasari atas dugaan Penipuan dengan Mengaku-ngaku advokat/Pengacara padahal bukan seorang pengacara & juga Penggelapan Surat tanah atau Sertifikat Tanah No.725 atas nama Ibu Hj.Rozanah BT Usman Patel yang menjadi Korban.

 

Dalam permasalahan tersebut dijelaskan pelapor bahwa korban mengalami kerugian Materil atas kejadian tersebut sehingga perlu adanya tindakan khusus dari jajaran Kepolisian Metro Bekasi untuk Menindaklanjuti permasalahan tersebut.

 

Adnan Ali Abdullah (Habib Adnan) mengatakan, Selalu Pelapor Jika Oknum Ketua LSM tersebut mengaku sebagai seorang Advokat, dan LBH, yang akan membantu permasalahan dirinya, Dirinya Menghimbau kepada masyarakat yang lain agar berhati-hati jika ada seseorang yang mengaku atau berpura-pura menjadi Advokat atau LBH.

KULIAH GRATIS BEASISWA

 

“Bahwa orang-orang yang Mengaku ngaku Sebagai Advokat dengan Membawa Nama-nama LSM & LBH, perlu dicurigai oleh masyarakat luas sehingga tidak terjadi lagi kejadian tersebut. Maka perlu pembelajaran dan pemahaman oleh masyarakat untuk mengenali para pelak-pelaku yang meng atasnamakan diri sebagai seorang pengacara/advokat dengan menawarkan pembelaan Hukum dan mampu menyelesaikan masalah klien sampai tuntas”. Jelasnya Kepada Liputan4.com

 

Maka, Adnan Ali Abdullah selaku kader PETA dan Kader Partai Gerindra mencoba mengkonfirmasi ke pihak perhimpunan assosiasi advokat Indonesia dan ternyata betul Ky Noto bukan lah advokat dan anggota Peradi, serta dari Kongres advokat Indonesia juga sama tidak mengakui KY Noto sebagai seorang advokat/lawyer, maka disebabkan hal demikian pelaku dikenai pasal penipuan & penggelapan 372 dan 378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan.

 

Liputan : Icun S.