Melalui Program Roots, Pemprov Papua Berkomitmen Mencegah Perundungan Anak

Reporter: Abdul Mutakim Kategori: Papua, Pendidikan
  • Bagikan
Melalui Program Roots, Pemprov Papua Berkomitmen Mencegah Perundungan Anak
Suasana Kegiatan peluncuran program Pencegahan perundungan atau Roots (akar) di tingkat SMP di Hotel @Home Abepura (29/06) || Dok/ Foto/ Penulis: Abdul Mutakim

Liputan4.com, JAYAPURA | Kemitraan UNIMUDA – UNICEF bersama dengan Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Kab. Jayapura dan Keerom, menyelenggarakan peluncuran program Pencegahan perundungan atau Roots (akar) di tingkat SMP yang akan menjangkau lima belas sekolah pada tiga wilayah, yaitu Kota Jayapura, Kab. Jayapura, dan Kab. Keerom.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel @Home Abepura (29/06) yang dihadiri oleh 32 orang, terdiri dari perwakilan Bappeda, Dinas Pendidikan, DP3A, Dinas Sosial, perwakilan sekolah, gereja, dan lembaga pemerhati anak yang ada di tingkat provinsi, kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, dan kabupaten Keerom.

Tujuan dari program ini adalah meningkatkan kemampuan berelasi antar teman sebaya dan mengurangi perundungan serta insiden kekerasan antar pelajar atau anak dengan keterlibatan seluruh komponen di sekolah termasuk orang tua, khususnya pada saat pembelajaran di tengah pandemi COVID-19.

Kepala Bidang Pendidkan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan dan Arsip Daerah
Provinsi Papua, Laurens Wantik mengatakan “Konsen dari Dinas adalah penguatan karakter, sehingga Roots menjadi salah satu (program) yang perlu kita dorong bersama untuk penguatan pendidikan karakter,”

PKLK juga menegaskan Dinas Pendidikan dan Arsip Daerah Provinsi Papua mendukung penuh
program replikasi Roots di Papua, namun berharap agar semua OPD dan lintas sektor harus sama-
sama bergerak dan bermitra untuk penguatan pendidikan karakter bagi anak-anak di Papua.
Beliau juga melanjutkan bahwa kegiatan Roots di sekolah bisa menggunakan dana BOS yang
bertujuan untuk meningkatkan standar kompetensi peserta didik. Dinas Provinsi juga akan
mendukung untuk replikasi program Roots di wilayah lain di Papua.

Disisi lain Serlita Sokoy, Guru Sekolah Minggu di Sentani sebagai peserta pelatihan mengatakan“Selama ini masih banyak terjadi kekerasan terhadap anak di sekolah dan keluarga. Pelatihan Roots sangat memberkati karena dapat membagikan hal baik ke anak-anak didik di sekolah dan sekolah minggu untuk pencegahan perundungan dan kekerasan di sekolah dan di keluarga,”

Selain itu Kepala Kantor UNICEF Wilayah Papua dan Papua Barat, Aminuddin Ramdan “Penurunan tindakan perundungan yang berhasil dicapai pada program Roots sebelumnya membuktikan jika kita semua dapat mengambil langkah tegas dalam pencegahan kekerasan pada anak,” 

Aminuddin juga mengatakan untuk memastikan program Roots yang berdampak baik dan!keberlanjutan di Papua, selain kerjasama lintas sektor dari pemerintah yang didukung dengan  regulasi, juga diperlukan dukungan masyarakat di lingkungan sekolah, seperti seluruh elemen  sekolah dan orang tua sehingga dapat mendorong replikasi pada sekolah lain, khususnya di tingkat SMP di Kota Jayapura, Kab. Jayapura dan Kab. Keerom.

Ia juga menjelaskan bahwasanya Program Roots akan dilanjutkan dengan memperkuat mekanisme sistem dan rujukan perlindungan anak yang terintegrasi di tingkat sekolah dan kabupaten/kota. Program Roots di Papua akan dilaksanakan sampai dengan tahun 2022 yang mendukung implementasi Sekolah Ramah Anak demi menuju Kabupaten dan Kota Layak Anak (KLA) di Papua. (Akim)

Print Friendly, PDF & Email
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Suka
Waww
0
Waww
Haha
0
Haha
Sedih
0
Sedih
Lelah
0
Lelah
Marah
0
Marah
  • Bagikan