Masyarakat Wajib Mengetahui Tentang Klaim Asuransi Kecelakaan Lalulintas

blank

Liputan4.com, Sintang, Kalbar – Tingkat kecelakaan kendaraan bermotor di Daerah terutama Kabupaten Sintang khususnya  masih cukup tinggi terjadi kecelakaan lalulintas jalan raya, dan beberapa kecelakaan lalulintas sungai karena masih banyak masyarakat yang menggunakan jalur sungai sebagai alternatif selain itu yang bisa di cover oleh Jasa Raharja adalah kecelakaan udara, seperti yang terjadi baru – baru ini seperti pesawat Sriwijaya Air SJ.182.

PT.Jasa Raharja merupakan salah satu member Indonesia Financial Grup (IFG) yang bertanggung jawab mengelola asuransi kecelakaan lalu lintas bagi penumpang, baik angkutan umum, kendaraan pribadi, maupun pejalan kaki berdasarkan UU No. 33 Tahun 1964 dan UU No. 34 Tahun 1964 tiap WNI telah dilindungi asuransi Jasa Raharja.

Kepala PT. Jasa Raharja Perwakilan Sintang, Ineng Sri Pudji Wahyuni mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya Kabupaten Sintang dan sekitarnya, apabila terjadi kecelakaan kendaraan bermotor atau pejalan kak iyang intinya bukan kecelakaan tunggal, dapat mengajukan permohonan santunan ke PT.Jasa Raharja.

“Cara klaim santunan Jasa Raharja sebenarnya sangat mudah bila pengendara atau keluarga pengendara yang mengalami kecelakaan memahami prosedur pengajuan santunan yang benar. Untuk prosedur pengajuan santunan, masyarakat dapat menghubungi Kantor PT.Jasa Raharja guna memperoleh informasi awal santunan,”ujar Ineng Sri Pudji Wahyuni pada Senin (25/01/2021) saat diwawancarai di kantor PT.Jasa Raharja Perwakilan Sintang.

Masyarakat yang ingin melakukan pengurusan santunan korban kecelakaan lalulintas ke PT.Jasa Raharja sangat mudah, hanya perlu melaporkan kejadian kecelakaan lalulintas ke pihak berwajib seperti kepada Satlantas setempat apabila terjadi kecelakaan lalulintas dijalan raya.

“PT.Jasa Raharja juga telah bekerjasama dengan pihak Kepolisian sehingga laporan adanya kecelakaan lalulintas dapat diperoleh pihak Jasa Raharja secara cepat dan atas dasar laporan tersebut maka petugas dari Jasa Raharja akan melakukan kunjungan jemput bola kepada korban kecelakaan lalulintas,”jelasnya lagi.

Selanjutnya masyarakat bisa mengajukan santunan ke kantor PT.Jasa Raharja untuk mengisi formulir dengan melengkapi persyaratan jika dirumah sakit mengisi form data korban kecelakaan lalulintas yang ada dirumah sakit.

“Karena PT.Jasa Raharja Perwakilan Sintang sudah melaksanakan kerjasama dengan Rumah sakit yang ada dikabupaten Sintang ini agar biaya – biaya korban kecelakaan lalulintas dapat ditanggulangi oleh PT Jasa Raharja, sebagai perlindungan dasar terhadap korban kecelakaan lalulintas, jadi mereka tidak perlu membayar lagi dirumah sakit cukup dengan melengkapi persyaratan yang ada, setelah adanya guarantee letter (Surat jaminan) dari Jasa Raharja kemudian pihak menejemen Rumah sakit yang akan menagih ke pihak kami,” imbuhnya.

Berikut adalah keterangan Dokumen agar dapat diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat :

A. Dokumen Dasar
Formulir pengajuan santunan
Formulir keterangan singkat kecelakan
Formulir kesehatan korban
Keterangan ahli waris jika korban meninggal dunia.

B. Dokumen Pendukung

Untuk korban luka-luka yang mendapatkan perawatan harus memiliki:
1. Laporan Polisi berikut sketsa TKP atau laporan kecelakan pihak berwenang lainnya.
2. Kuitansi biaya perawatan, kuitansi obat-obatan yang asli dan sah yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit.
3. Fotokopi KTP korban.
4. Surat kuasa dari korban kepada penerima santunan (bila dikuasakan) dilengkapi dengan fotokopi KTP korban penerima santunan.
5. Fotokopi surat rujukan bila korban pindah ke Rumah Sakit lain.

Untuk Korban luka-luka hingga mengalami cacat:
1. Laporan Polisi berikut sketsa TKP atau laporan kecelakaan pihak berwenang lainnya.
2. Keterangan cacat tetap dari dokter yang merawat korban.
3. Fotokopi KTP korban
4. Foto diri yang menunjukkan kondisi cacat tetap.

Untuk Korban luka-luka kemudian meninggal dunia:
1. Laporan Polisi berikut sketsa TKP atau laporan kecelakaan pihak berwenang lainnya.
2. Surat kematian dari Rumah Sakit/ Surat Kematian dari kelurahan, jika korban tidak dibawa ke Rumah Sakit.
3. Fotokopi KTP korban dan ahli waris juga fotokopi Kartu Keluarga (KK).
4. Fotokopi surat nikah bagi korban yang telah menikah.
5. Fotokopi akta kelahiran atau akta kenal lahir, bagi korban yang belum menikah.
6. Kuitansi asli dan sah biaya perawatan dan kuitansi obat-obatan.
7. Fotokopi surat rujukan bila korban pindah rawat ke Rumah Sakit lain.

Untuk Korban meninggal dunia di TKP:
1. Laporan polisi berikut sketsa TKP atau laporan kecelakaan pihak berwenang lainnya.
2. Surat kematian dari rumah sakit atau surat kematian dari kelurahan jika korban tidak dibawa ke rumah sakit.
3. Fotokopi korban dan ahli waris.
4. Fotokopi KK
5. Fotokopi surat nikah bagi korban yang telah menikah.
6. Fotokopi akta kelahiran atau akte kenal lahir bagi korban yang belum menikah.

Pastikan dokumen dan bukti-bukti untuk klaim sah dan lengkap, dokumen akan di teliti oleh pihak Jasa Raharja dan proses pengajuan santunan akan dimulai.

“Untuk estimasi lama waktu pengurusan klaim asuransi ada dua kategori yaitu biaya perawatan dan biaya meninggal dunia, jika untuk biaya meninggal dunia pihak PT.Jasa Raharja ada acuan target waktu tidak boleh melebihi tiga hari, petugas kami akan melakukan Quick respon (akan jemput bola) mendatangi rumah ahli waris untuk membantu melengkapi persyaratan yang diperlukan,” jelasnya.

blank
Salah satu staf kantor Perwakilan PT.Jasa Raharja Kabupaten Sintang,Dok foto

Kemudian diantara syarat yang diperlukan seperti pembukaan rekening dan kita mengarahkan kepada keluarga korban atau ahli waris untuk segera membuat laporan Polisi agar pengurusan klaim asuransi jiwa diproses lebih cepat.

“Selanjutnya untuk biaya perawatan tidak bisa lebih dari empat belas hari setelah keluar dari Rumah sakit, tetapi jika masih dirumah sakit kita tidak tahu berapa lama biaya perawatan itu, tetapi walaupun korban kecelakaan lalulintas masih rawat inap namun jika plafon biaya perawatan bisa diajukan kerumah sakit, selanjutnya pihak Rumah sakit yang menagih kepada PT.Jasa Raharja,”urai Ineng Sri Pudji Wahyuni.

Masih adanya angkutan umum yang beroperasi dan belum memiliki ijin resmi dan juga tidak melaksanakan kewajiban ini juga harus jadi perhatian masyarakat baik pengguna jasa angkutan umum maupun pemilik usaha jasa angkutan umum.

“Iuran wajib (premi dibayar penumpang angkutan umum) seperti dimaksud oleh UU no.33 tahun 1964, sedangkan sumbangan wajib (pajak kendaraan bermotor dibayarkan di kantor Samsat) seperti yang dimaksud oleh UU no.34 tahun 1964,” jelas Ineng Sri Pudji Wahyuni.

Tersebut dalam UU no.33 tahun 1964 menjamin penumpang angkutan umum yang telah membayar tiket (laka tunggal terjamin, sumber premi dari tiket yg dibayar penumpang) sedangkan UU no.34 tahun 1964 menjamin korban di luar kendaraan penyebab kecelakaan lalu lintas (laka tunggal tidak terjamin, sumber premi dari pajak kendaraan bermotor di samsat),

“PT.Jasa Raharja tidak akan membayar klaim biaya perawatan atau biaya meninggal dunia kepada korban kecelakaan lalulintas  penumpang  angkutan umum yang belum mempunyai ijin resmi atau taxy gelap misalnya, jika kecelakaan lalulintas tersebut diakibatkan oleh kecelakaan tunggal seperti terguling misalnya, itu tidak bisa ditanggung  oleh PT.Jasa Raharja,” katanya.

Akan tetapi jika kecelakaan lalulintas terhadap kendaraan umum yang belum berijin tersebut dikarenakan bertabrakan dengan kendaraan lain artinya ada lawan dengan sesama kendaraan bermotor  maka PT.Jasa Raharja akan meng-cover biaya santtunan dari korban kecelakaan lalulintas tersebut.

“Sekali lagi poin terakhir jika kendaraan umum yang mengalami kecelakaan lalulintas karena tabrakan dan ada lawan dari kendaraan bermotor yang lain, maka jatuhnya dengan perberlakuan UU No.34 Tahun 1964 tiap WNI telah dilindungi asuransi Jasa Raharja,” tutup Ineng Sri Pudji Wahyuni.

Author       : Sofyan Hadi
Uplouder   : Admin liputa4.com

Print Friendly and PDF
share 0 Komentar

Yakin Ngga mau Komen?

ADVERTISING LAMPUNG SELATAN Mau beriklan?

Klik Disini!
  • blank
  • blank
  • blank
  • blank
  • blank
  • blank
  • blank
blank1 blank2 blank3 blank4 blank5 blank6 blank7