Masyarakat Pajar Indah Keluhkan Buku Nikah.

Masyarakat Pajar Indah Keluhkan Buku Nikah.

Liputan4 com Mesuji Lampung – Beberapa Masyaraka Desa Fajar Indah, Kecamatan Panca Jaya, mengeluhkan tidak memiliki Buku Nikah serta keluhkan biaya untuk pendaftaran nikah diduga mencapai 1700 sampai 2500 ribu dari Pegawai Pencatatan Nikah(PPN) yang mewakili Kementrian Agama atau Kantor Urusan Agama(KUA) Simpang Pematang, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji.
Masyarakat Pajar Indah Keluhkan Buku Nikah.Ketika krew media mendengar informasi terkait sulitnya memiliki buku nikah yang terjadi di Desa Fajar Indah, krew media langsung melacak kebenaran informasi yang sudah menyebar atau jadi buah bibir masyarakat di Desa tersebut dan bahkan kabar itu sudah keluar sampai di Kecamatan tetangga seperti di Kecamatan Simpang Pematang.
Amelia Zaroh salah satu warga Desa Fajar Indah yang mengeluhkan tidak memiliki buku nikah mengatakan kepada krew media, ya betul terkait memiliki buku nikah di Desa sini sangatlah sulit. "Sebelum menikah saya dengan suami saya Agus Prayogi dulu, ya mengajukan atau mendaftar ke anggota Pegawai Pecatan Nikah(PPN) bernama Sutris yang di tunjuk di Desa Fajar Indah ini sebagai PPN dan biaya yang harus saya keluarkan 1700 ribu namun sampai saat ini masih belum memiliki buku nikah, bahkan sampai usia pernikahan saya sudah masuk 6 Tahun," ujar Amelia, Kamis(2O/8/2020).

Sudah berulang kali setelah menikah bahkan sampai bosen mendatangi dikediaman Sutris selaku anggota PPN untuk minta buku nikah namun apa ujar beliau, "beliau selalu mengelak dengan dalil nama saya tidak terdaftar selaku warga Negara Indonesia, padahal bapak saya sudah 15 Tahun tinggal di Desa Fajar Indah bahkan memiliki Kartu Keluarga yang telah terdaftar di Capil Kabupaten Mesuji dan memiliki Kartu Tanda Penduduk(KTP) Desa sini serta saya sudah memiliki KTP juga.


Seandainya saja tidak diakui sebagai warga Kabupaten Mesuji, manalah mungkin memiliki KK serta KTP yang tercatan di capil, bahkan kedua orang tua bisa membuat rekening untuk penerimaan bantuan sosial terkait covid-19 seperti Bantuan Langsung Tunai(BLT). Nah hal macam ini sangat bingung dengan PPN Desa Fajar Indah sebenarnya ada apa dan mengapa begitu sulitnya memiliki buku nikah.? Padahal sangatlah penting manfaat kegunaan buku nikah untuk Indentitas kalau sudah menikah sah secara Agama dan kenegaraan, lanjut Amelia Zaroh.

Hal semacam ini bukan hanya menimpa saya saja mas, setiap masyarakat yang nikah selalu dipersulit mendapatkan buku nikah, paling cepat satu bulan baru mendapatkan buku nikah, kalau setiap ditanya selalu berbagai macam dalil anggota PPN sini memberi penjelasan dan saya berharap kedepannya jangan sampai terjadi begini lagi di Desa Fajar Indah.

Nah lebih lucunya lagi saya harus merubah nama saya agar bisa memiliki buku nikah kata Sutris selaku PPN, dulu ketika saya mau nikah, nama saya aslinya Leni Amelia yang tercatat di KK orang tua saya, saya ikuti apa kata dia, dan hakhirnya saya ganti nama saya yang sekarang Amelia Zaroh namun tetap tak kunjung dapat buku nikah serta sempat marah saya sehingga saya bilang ke beliau, jika uang pendaftaran nikah kurang, biar saya tambah lagi 600 ribu agar saya bisa memiliki buku nikah namun dia diam seperti patung saat itu dan kejadian itu sudah 5 tahun yang lalu mas, lanjut Amelia.

Ditempat yang berbeda, Reni Ametia pun sama mengalami serupa tidak memiliki buku nikah, saya menikah sudah satu bulan namun tidak memiliki buku nikah mas, setelah menikah setiap 3 hari sekali kami berdua bahkan kakak saya kandung pun sempat mempertanyakan ke anggota PPN sini, dalilnya selalu tidak terdaftar NIK punya orang tua saya dan kakak saya pun sempat mendatangi kantor Capil untuk membuat KK yang baru tapi apa kata Sutris selaku anggota PPN tetap sama masih tidak terdaftar no NIK KK Orang tua saya, kata Reni bersama Rian dikediamannya.

Kedua orang tua Reni Ametia menjelaskan, kalau benar NIK saya tidak terdaftar, kenapa ketika saya menikahkan anak saya yang lain selalu bisa langsung memiliki buku nikah namun entah kenapa hal ini baru terjadi untuk putri atau anak saya yang bungsu, kok tidak bisa atau NIK saya tidak terdaftar kan aneh.!!!. Anak saya yang pertama sempat buat KK lagi namun tetap sama masih belum terdaftar di Kenegaraan Indonesia atau Capil Kabupaten Mesuji, padahal anak saya langsung datang ke kantor Capil Simpang Pematang untuk merubah KK saya agar anak bungsu saya memiliki buku nikah, kata Sarmani selaku ayah dari Reni Ametia.

Ketika krew media konfirmasi kepada Sutris selaku anggota PPN, beliau mengatakan, Betul belum ada keluar buku nikanya mas, saya sudah beberapa kali mendatangi KUA Simpang Pematang namun belum ada, kalau sudah keluar buku nikahnya pasti akan lansung diberikan kepada yang bersangkutan dan namun sangat disayangkan tetap NIK keluarga Reni Ametia tetap tidak terdaftar, emang banyak terjadi diduga pegawai capil ketika buat KK atau KTP pasti tidak terdaftar, ujar Sutris berbincang santai dikediamannya. ***
(HP/Yusri)

[zombify_post]