Masyarakat Desa Jatimulya, Tutup Akses Perlintasan Truk Tanah

KABUPATEN SUBANG – Liputan4.com.
Masyarakat Desa Jatimulya Kecamatan Compreng Kabupaten Subang Jawa Barat, Menutup Jalur Perlintasan Mobil tanah yang sering berlalu lalang untuk melakukan pengurugan Proyek Sumur Milik Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Pertamina Pertamina di wilayah Desa Sukatani.

Masyarakat di beberapa yakni Desa Sukamulya, Desa Sukadana, Desa Binong, Desa Mulyasari yang dilalui jalur perlintasan mobil pengangkut tanah tersebut resah dikarenakan mobil-mobil tersebut sering ugal-ugalan, dan dikhawatirkan membahayakan warga dan pengguna jalan di Desa-desa tersebut.

Kepala Desa Jatimulya Idin Wahidin Menjelaskan, permasalahan penghentian mobil truk yang mobilisasi nya lebih dari 5 kali pertama mobil dalam satu hari, dengan kapasitas hampir 50 mobil menjadikan jalan penyambung binong-Compreng tersebut cepat rusak, karena bobot kendaraan tersebut cukup berat.

“Mobilisasi kendaraan Proyek Pertamina tersebut Sebanyak 50 mobil jumlahnya, permobil bisa 5 rit, jadi bisa dibayangkan tingginya mobilisasi kendaraan pengangkut tanah tersebut, sehingga aktivitas warga dan pengguna jalan terganggu, terlebih jam operasi mobil tersebut dari mulai pagi hari hingga larut malam”. Jelasnya kepada media Liputan4.com

Idin juga menambahkan, jika dirinya tidak bermaksud menghalangi adanya proyek pemerintah, namun dirinya mengaku jika hal tersebut lebih kepada persoalan tanggung jawab secara tulisan terkait dampak mobilisasi truk tanah tersebut.

“Secara pribadi baik saya ataupun masyarakat di beberapa Desa yang menjadi perlintasan truk tanah, tidak mempermasalahkan apalagi menghalangi adanya pembangunan proyek milik pemerintah, namun sebagai masyarakat yang terkena dampak pembangunan proyek tersebut, kita mempertanyakan tanggung jawab dari para pemilik kepentingan tentang dampak kerusakan jalan akibat adanya proyek tersebut”. Paparnya.

Liputan : DD

Leave a Reply