Masyarakat Berharap Jembatan Gantung Muaragembong Jangan Diputus

Masyarakat Berharap Jembatan Gantung Muaragembong Jangan Diputus

Liputan4.com

Kabupaten Bekasi, 14 Juni 2021


Jembatan gantung muaragembong  yang di bangun pada tahun 1996 sejak awal keberadaan nya sangat membantu aktivitas masyarakat sehari – hari, sebelum nya masyarakat yang menyebrang menggunakan eretan perahu sebagai sarana  penyebrangan sungai Citarum bagi warga ditiga desa kecamatan muaragembong kab. Bekasi,  yaitu Desa Pantai Bahagia, Desa Pantai Mekar dan Desq Pantai Bakti. Masyarakat Berharap Jembatan Gantung Muaragembong Jangan Diputus

Saat itu pemilik eretan perahu merelakan lokasi usaha penyebrangan di gantikan dengan dibangunnya  Jembatan Gantung,  kerena merasa senang jika pembangunan di daerah nya berkembang maju, kerena pada waktu itu muaragembong identik sering di sebut daerah bawah atau daerah tertinggal dari sisi pembangunan.

Sejak ada nya jembatan gantung masyarakat sangat merasakan manpaat dari keberadaan bagi sendi sendi kegiatan ekonomi,pendidikan dan kegiatan aktivitas masyarakat lain nya sangat terasa manpaat nya,masih teringat ketika jembatan gantung di resmikan anak anak SDN Pantai Bahagia 01 yang dulu masih bernama SDN Sukajaya,beramai ramai uji coba menyebrang jembatan gantung untuk pertama kali nya, kenang Yati salah seorang warga yang juga alumni SDN Pantai Bahagia 01. Masyarakat Berharap Jembatan Gantung Muaragembong Jangan Diputus

Saat ini setelah 25 tahun jembatan gantung mulai kurrang terawat setelah di bangun jembatan baru bahkan ada rencana akan di putus permanen tidak di gunakan lagi, bersamaan dengan masuk nya kapal tongkang yang mengangkut alat berat, jembatan di putus sementara dan seharus nya di pasang kembali namun polemik terjadi jembatan akan di putus permanen.
Hal ini sangat meresahkan warga setempat yang masih sangat membutuhkan untuk sarana kegiatan sehari – hari terutama anak sekolah.

Anak – anak yang bersekolah di SDN Pantai Bahagia 01 Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi, yang bersekolah di sekolah tersebut dari Desa Pantai Mekar dan Desa Pantai sederhana kerena berada di sebrang sungai Citarum dan apa bila lewat jembatan baru maka harus berjalan memutar sangat jauh bisa 3 km, seperti di sampaikan oleh ibu jubaedah Guru di SDN Pantai Bahagia 01,ada wali murid yang mengeluh saat anak nya akan ke sekolah harus berjalan kaki memutar jauh melalui jembatan baru saat jembatan gantung di putus sementara pada saat akan masuk nya kapal tongkang yang membawa alat berat dan berharap jembatan gantung tetap di pertahankan kerena masih sangat di butuhkan.

Terkait aspirasi masyarakat yang berharap tetap di pertahankan nya keberadaan jembatan gantung kerena masih sangat di butuhkan bagi aktivitas masyarakat sehari hari,tentu nya perlu peran pemerintah daerah untuk menganggarkan biaya perawatan dan perbaikan jembatan gantung agar layak dan aman di gunakan oleh masyarakat yang menyebrang., Jembatan Gantung Muara gembong juga merupakan sejarah yang pernah dii lewati oleh presiden RI Joko Widodo.  (ics/capang S)