Mantan Ketua Permasna Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku Kekerasan Terhadap Ketua Permasna Kupang

Mantan Ketua Permasna Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku Kekerasan Terhadap Ketua Permasna Kupang
Yohana Fransiska Medho, S.IP, M.I.P, Mantan Ketua Permasna Perempuan Pertama Periode 2016-2017 (Gambar Istimewa)

KUPANG, – Mantan ketua Permasna yang juga ketua perempuan pertama meminta Polres Kupang kota segera menangkap dan proses hukum pelaku kekerarasan terhadap ketua aktif Permasna-Kupang dan teman-teman, apalagi mereka sebagai korban itu adalah seorang perempuan.

Kasus penyerangan secara brutal oleh kelompok preman di kota Kupang pada Sabtu 30 Oktober 2021 lalu terhadap Ketua Permasna-Kupang dan teman-teman termasuk tindakan kekerasan yang tidak manusiawi terhadap kaum perempuan, dan oknum preman tersebut harus diproses secara hukum dan diproses secara sosial.


Demikian kecaman itu disampaikan oleh mantan Ketua Permasna-Kupang yang juga prempuan pertama yang menjabat sebagai ketua pada periode 2016/2017, Yohana Fransiska Medho, S.IP, M.I.P, Kupang (1/11/2021).

“Kasus kekerasan yang dialami oleh ketua Permasna-Kupang dan teman-temannnya merupakan kasus premanisme secara brutal dan sangat tidak manusiawi, apalagi korban kekerasan tersebut adalah perempuan, maka para pelaku yang diduga preman itu sewajarnya dan secepatnya harus diproses secara hukum dan diproses secara sosial” Ungkap Fransiska Medho.

Menurut perempuan yang disapa Yollan itu, bahwa aksi kekerasan terhadap ketua Permasna-Kupang dan teman-teman  yang notabene adalah perempuan itu dilakukan tanpa ada penyebab atau alasan yang jelas.

Menurutnya, ketua Permasna-Kupang dan teman-temannya di serang dan dipukuli oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dan tidak manusiawi itu, diduga dilakukan oleh sekelompok yang mengaku sebagai preman bertopeng dibalik orang-orang pengaruh di NTT.

Yollan yang juga sebagai mantan ketua Permasna perempuan pertama mengecam keras atas kejadian itu, dan meminta pihak berwajib segera menangani dengan secepatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan apalagi dialami langsung oleh ketua Permasna-Kupang.

“Saya sebagai mantan ketua Permasna prempuan pertama, mengecam keras kejadian ini, dan meminta agar Polisi jangan segan-segan dan segera menanganinya dengan cepat dan tegas, karena kejadian tersebut termasuk dalam kekerasan terhadap prempuan” Kecam Yollan.

Yollan Medho menambahkan, dampak dari kejadian itu dapat menimbulkan luka, baik secara fisik maupun secara psikolgi, maka, diharapkan Polisi harus segera menindak kelompok preman yang melakukan kekerasan secara brutal tersebut.

Korban sebagai seorang ketua prempuan, Yolla katakan kejadian itu juga telah mencoreng dan menodai marwah dari organisasi itu sendri. Sehingga para oknum preman yang diduga bertopengkan kelompok ternama tersebut perlu diberikan efek jera, sehingga tidak menimbulkan keresahan bagi ketenangan warga di sekitar maupun perhimpunan mahasiswa Nagekeo di kupang.

“Kejadian itu juga dapat menimbulkan gangguan terhadap proses berjalannya kegiatan organisasi mahasiswa Nagekeo di kupang, maka Polisi juga perlu memberikan perlindungan secara hukum untuk menjaga keamanan dari para korban” harap Yollan dengan tegas.

Print Friendly, Pdf & Email