Malam 1 Suro, Pentas Kesenian Jhatilan Disebu Ribuan Warga Gobeh di Wonogiri

Malam 1 Suro, Pentas Kesenian Jhatilan Disebu Ribuan Warga Gobeh Di Wonogiri

Liputan4.com,Wonogiri – Ribuan warga dusun Gobeh, desa Gedong, Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri tumpah ruah di Lapangan Voly Taman Nunggak Semi, di Dusun setempat, Jumat malam (29/7/2022).

Tumpah ruahnya ribuan warga masyarakat tersebut dalam rangka hajatan menyambut malam 1 Suro dan 1 Muharram 1444 Hijriyah.


Ketua Karang Taruna Bangun Gobeh, Dusun Gobeh, Sularto menuturkan, kegiatan ini dalam rangka menyambut malam 1 suro yang juga bertepatan dengan 1 Muharam 1444 H. 

“Kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun dalam rangka menyambut malam 1 Suro dan 1 Muharam 1444 H,” ujar Sularto dilokasi kegiatan. 

Lebih lanjut dia menambahkan, acara semakin semarak mengingat kegiatan tersebut sekaligus dalam rangka menyambut HUT kemerdekaan RI ke 77.

Sementara itu, tokoh warga Dusun Gobeh, Suwarno kepada liputan4.com menyampaikan, dalam perhelatan tersebut, terdapat beberapa rangkaian kegiatan, diantaranya prosesi kirab Ageng ke Punden atau Danyangan (tempat yang dikeramatkan) oleh warga Gobeh, diantaranya Kyai Bagong, Kyai Geger, Kyai Mendung dan Kyai Gludug. 

Suwarno menambahkan, untuk membuat kuda kepang khususnya “Kyai Bagong” membutuhkan waktu 7 tahun lamanya. 

“Untuk membuat kuda kepang Kyai Bagong ,membutuhkan waktu selama 7 tahun dan hanya dikerjakan tiap 1 Suro,” katanya. 

Usai prosesi kirab Ageng kemudian dilanjutkan Pentas Seni tradisional, serta kegiatan budaya lainnya diantaranya Reog Jhatilan Tunggal Budhi, Singo Barong dan Sendratari Sewandono Nambak Tresno. 

“Kami menampilkan pentas Reog  Jhatilan yang sangat kental, yang bertujuan untuk nguri-uri budaya jawa kepada generasi muda,” ujar Suwarno. 

Dalam pertunjukan kesenian Jhatilan kecuali para penari yang memiliki jumlah tertentu tergantung cerita yang akan disampaikan, maka ada pendukung yang tak boleh ketinggalan yaitu keberadaan seorang “Pawang”  yang memiliki peran serta tanggungjawab  yang mengendalikan jalannya pertunjukan dan menyembuhkan para penari tatkala ada yang Ndadi (kerasukan) .

 Jhatilan merupakan salah satu Kesenian yang telah turun temurun dan sarat dengan sejarah yang tetap dilestarikan oleh warga Dusun Gobeh baik oleh orang yang sudah tua maupun generasi muda. Mereka berkomitmen melestarikan kesenian warisan nenek moyang salah satunya dengan pentas budaya setiap malam 1 Suro. 

Print Friendly, Pdf & Email