Liputan4.Com Kabupaten Subang Meminta Polisi Segera Cari Oknum Penyebar Video

LIPUTAN4.COM SUBANG – Tekait beredarnya video yang diduga mengatas namakan ABDESI Sukabumi yang berdurasikan 2 Menit, bahwa mereka telah menyatakan sikap apabila LSM dan Media mengobok-ngobok Desa, Kami perangkat Desa akan melakukan perlawaan kepada Wartawan dan LSM, hal ini membuat awak Media dan LSM tersinggung dan marah adanya vidio yang beredar menyebutkan Wartawan dan LSM di lecehkan.

Liputan4 Kabupaten Subang mengecam adanya video yang diduga mengatas namakan ABDESI Sukabumi, telah mencemohokan/melecehkan Wartawan dan LSM, Polisi segera harus bertindak tegas dan diperose secara hukum.

Karena Menurut Sejumlah Wartawan dan LSM Se,kabupaten Subang Bahwa Media Dan LSM adalah mitra kerja Pemerintah Daerah, TNI dan Polri, karena mereka adalah sebagai pungsi control Sosial , apa bila tugas dan pungsi Wartawan di hina atau di lecehkan maka seluruh Awak Media Se-Indonesia akan terusik dan marah karena Media/Wartawan bekerja dilindungi Undang-undang Pers No.40Tahun 1999,”

Wartawan Dan LSM Di kabupaten Subang menegaskan, apa bila hal ini benar video yang beredar dan sudah viral mengatas namakan ABDESI Sukabumi, maka Kami akan bersenergi dengan Wartawan wartawan , LSM LSM se,Subang untuk melakukan sesuai prosese hukum yang berlaku,”

“Apabila ada oknum yang bergabung didalam ABDESI Sukabumi, tidak meminta maaf dan melakukan klarifikasi dengan pernyataan sikap tesebut, maka wartawan dan LSM se, Kabupaten Subang akan melaporkan kepada pihak berwajib sesuai Pasal Pidana ujar kebencian dan Pasal Provokasi.

Bahwa didalam Pasal 28 ayat (2) UU ITE: setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), artinya jelas ini video sengaja di buat untuk menghasut dan mengajak orang lain agar benci kepada Media/Wartawan dan LSM,”

Bahwa KUHP menyebut dalam Pasal 160 yang mengatur penghasutan sebagai delik formil, artinya, perbuatan penghasutan itu bisa langsung dipidana tanpa melihat ada tidaknya akibat dari penghasutan tersebut.

(Bagus’H)

Print Friendly and PDF
REKOMENDASI

Tinggalkan Balasan