Lapas Klas II A Pamekasan Bekali WBP Dengan Pelatihan Keterampilan Kemandirian

  • Bagikan
Lapas Klas II A Pamekasan Bekali WBP Dengan Pelatihan Keterampilan Kemandirian

Liputan4.com, Pamekasan // Dalam rangka meningkatkan Kemampuan dan keterampilan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Lapas Klas II A Pamekasan membekali WBP dengan pelatihan Keterampilan Kemandirian.

M Hanafi Klapas Klas II A Pamekasan menyampaikan kegiatan ini merupakan langkah Untuk mengoptimalisasi sumber daya narapidana supaya menjadi sumber daya yang memiliki daya guna melalui bimbingan bakat dan bimbingan keterampilan.

“Kegiatan ini juga dapat memuat informasi tentang pelaksanaan kegiatan bimbingan di Lembaga Pemasyarakatan, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan bimbingan bakat dan keterampilan untuk membantu meningkatkan mutu dan kualitas narapidana dalam mengaktualisasikan dirinya sesuai dengan minat, bakat dan keterampilan yang dimiliki,”terangnya

M Hanafi menegaskan Implementasi dari pembinaan keterampilan kemandirian ini meliputi kerjasama dari bererapa stakeholders diantanya Dinas ketahanan pangan, holtikultura dan perkebunan dalam wujud pelatihan pembuatan pupuk organik dan bercocok tanam sehingga Lapas Pamekasan berhasil mendukung ketahanan pangan Pamekasan dengan berhasil menghasilkan kualiatas pagi yang baik.

“Bercocok tanam ini dilakukan dalam kawasan pembinaan terpadu yang diantaranya bidang perikanan dan peternakan dalam satu kawasan yang bertajuk NATO FARM CAMP, selain itu juga ada di bidang wirausaha, Lapas Pamekasan mewujudkan tempat pelatihan Wira usaha bidang cuci motor yang sudah dikenal dengan NATO CARWASH.

Sementara itu Sambung M Hanafi Narapidana (napi) yang dilatih menjadi tenaga kerja konstruksi bersertifikat, nantinya bisa menjadi orang yang berguna bagi lingkungan di sekitarnya. para napi yang menjadi tenaga kerja konstruksi bersertifikat itu bisa bekerja seperti para pekerja dalam Bedah Rumah.

Menurut dia, jika para napi itu mengikuti pelatihan dengan serius dan kemudian mempraktikkan ilmu yang didapat dalam kehidupan setelah nanti statusnya bebas, itu akan menjadi bukti nyata manfaat keberadaan mereka.

“Kalau mereka bersukacita membangun, itulah kontribusi nyata untuk menebus kesalahan yang sudah dilakukan di masa lalu. Kita akan punya pasukan untuk perbaiki rumah yang rusak, teman-teman ini yang bergerak, ujar hanafi dengan penuh semangat.

Hanafi memungkasi, pembinaan pelatihan ini disesuaikan dengan minat dan harapan para narapidana. dibidang kontruksi umum hasil kerjasama dengan kementerian PUPR, berhasil mencetak narapidana yang ahli dibidangnya, diantaranya kontruksi bangunan umum, kontruksi besi dengan pengelasannya.dan kesemuanya dibekali dengan sertifikat.

Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Suka
Waww
0
Waww
Haha
0
Haha
Sedih
0
Sedih
Lelah
0
Lelah
Marah
0
Marah
  • Bagikan