Lambatnya Upaya Mitigasi Bencana, PMII dan GMNI Mimika Menilai BPBD Kerap Menyalahkan Masyarakat

Lambatnya Upaya Mitigasi Bencana, Pmii Dan Gmni Mimika Menilai Bpbd Kerap Menyalahkan Masyarakat
Kebakaran di Jalan Budi Utomo yang menghanguskan 10 bangunan Ruko Selasa, (05/04/2022)

TIMIKA | Lambat upaya dalam melakukan mitigasi bencana, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mimika menegaskan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jangan selalu menyalahkan masyarakat dalam hal kerumunan saat bencana terjadi.

Pernyataan ini ditegaskan oleh PMII dan GMNI karena selama ini kepala BPBD kabupaten Mimika selalu menyalahkan masyarakat atas kerumunan yang terjadi saat bencana terjadi.


Ketua PC PMII Mimika, Arifin Letsoin mengatakan Kejadian ini sudah beberapa kali terjadi dan sudah semestinya BPBD melakukan evaluasi-evaluasi, yang ketika yang sama terulang lagi, BPBD sudah mampu melahirkan suatu strategi mitigasi dalam penanganan bencana.

“Jangan tunggu sampai api sudah melahap seluruh gedung dan pemukiman warga baru Pemadam kebakaran turun, terus salahkan warga karena menutup akses, bukan menutup akses tapi pemadam kebakaran yang lambat untuk turun memadamkan api, ” ungkap Arifin di jalan Budi Utomo, Timika, Papua,  Selasa, (05/04/2022).

Menurutnya, BPBD belum memiliki strategi yang baik dalam upaya melakukan mitigasi dalam penanganan bencana sehingga jangan selalu menyalahkan masyarakat. Dalam hal ini kehadiran masyarakat di situ juga turut membantu dalam pemadam api dan melakukan evakuasi jika dibutuhkan.

Sementara itu, wakil ketua bidang organisasi DPC GMNI Mimika barisan Working Ideologi, Yosep Mayabubun mengungkapkan bahwa seharusnya BPBD melakukan dan analisis tingkat kerawanan kebakaran di kabupaten Mimika yang menggunakan beberapa parameter sebagai berikut, frekuensi kejadian, penggunaan lahan, kepadatan bangunan, jumlah dan lokasi kebakaran, jenis dan lokasi sumber air, jumlah hydrant, material bangunan, jaringan listrik dan waktu tanggap bencana.

Dengan demikian, BPBD lebih mudah dalam melakukan pemetaan titik-titik rawan kebakaran sehingga pemetaan tersebut bisa menjadi acuan dan referensi dalam tindakan mitigasi bencana kebakaran di kabupaten Mimika.

Yosep meminta BPBD untuk Jangan selalu menyalahkan masyarakat tetapi memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait upaya awal yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan diri serta memperhatikan jalur-jalur evakuasi sehingga tidak menghambat BPBD dalam menangani kebakaran dan melakukan proses evakuasi.