Lailatul Ijtima Wadah Konsolidasi dan Mediasi Wong NU, MWC NU Palas Target Bentuk Ranting di 21 Desa Akhir 2021

Lailatul Ijtima Wadah Konsolidasi Dan Mediasi Wong Nu, Mwc Nu Palas Target Bentuk Ranting Di 21 Desa Akhir 2021

Liputan4 com. Palas, Lampung Selatan

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), Palas, melakukan kegiatan rutin Lailatul Ijtima yang di laksanakan Jum,at (19/11/2021) malam. Di Gedung MWCNU, Desa Sukaraja Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan.


MWC NU Palas Sendiri, telah melaksanakan Lailatul Ijtima, sejak tahun 2020 di setiap bulannya karna pandemi covid-19, maka pelaksanaan Lailatul Ijtima di tunda. Arti dari Lailatul Ijtima, sendiri Lailah artinya malam dan ijtima’ artinya pertemuan. Artinya sebuah ”pertemuan malam”

Bagi Orang NU, menyelenggarakan pertemuan yang di lakukan oleh para Kiyai NU, di nusantara sudah menjadi kebiasaan dari dahulu, melalui Lailatul Ijtima permasalahan  permasalahan di alami umat bisa terselesaikan.

Lailatul Ijtima Wadah Konsolidasi Dan Mediasi Wong Nu, Mwc Nu Palas Target Bentuk Ranting Di 21 Desa Akhir 2021

Pertemuan Lailatul Ijtima pada kali ini di hadiri, Ro,is Syuriah Men NU Palas Ky, Lazimudin, Tanfidziyah MWCNU Palas, Arif Ustad Sutikno, KUA Palas, Ahmad Sholikin, LDNU Mwc Palas, Ustad Nursamsi, pengurus dari ranting (desa), Ansor, Banser dan Pager Nusa dan juga PKPNU angkatan 1-6, Saat memberikan Sambutanya Ketua Tanfidziyah MWCNU Palas,  Ustad Arif Sutikno, menargetkan untuk tahun 2021 di wilayah kecamatan palas, harus sudah terbentuk ranting di tingkat Desa.

“Dari 21 desa yang ada di kecamatan palas, masih ada ranting pengurus NU di tingkat Desa, yang belum terbentuk maka dari itu saya minta kerjasamanya dan masukanya pada tahun 2021, ranting di tingkat desa sudah ter bentuk”, Ungkapnya

Selain itu juga dalam kegiatan Lailatul Ijtima ini, kita satukan presepsi demi kemajuan dan kemaslakatan umat, sebagai Organisasi ahlusunnah waljamaah kita syiarkan bahwa NU itu Kuat.

Sedangkan Katib Syuriah MWCNU Palas GUS M. YUSUF ZAKARIYA saat memberikan tausyiahnya mengatakan bahwa, Lailatul Ijtima, Awalnya ini adalah kebiasaan para ulama- ulama NU atau pengurus NU, dalam acara Lailatul Ijtima
ini dimanfaatkan untuk membahas, memecahkan dan mencarikan solusi atas problem organisasi, mulai masalah iuran.

“Lailatul Ijtima adalah sudah menjadi kebiasaan para ulama-ulama NU terdahulu di seluruh nusantara, selain memperkuat tali silaturrahim antar ulama NU, sekaligus berdiskusi mencari jalan solusi apa bila ada permasalahan di tengah umat” Tuturnya

Gus Yusuf juga berpesan kepada semua yang hadir dalam kegiatan Lailatul Ijtima, selain wadah untuk berkonsilidasi harus bisa mensolisasikan, ahlusunnah waljamaah, yang saat ini kita takdimi ya itu santrinya KH Hasyim Asy’ari

” Banyak sekarang ini aliran- aliran yang mengaku ahlusunnah waljamaah, akan tetapi mereka suka mengafirkan serta Bid’ah bagi yang tidak sefaham dengan aliran yang mereka bawa” Terang Gus Yusuf