News  

Labuan Bajo,Masih Krisis air Bersih

Labuan Bajo, Liputan 4.com- Sejak Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) dimekarkan tahun 2003 lalu, masyarakat Labuan Bajo mengalami kekurangan air bersih. Pemerintah Kabupaten Mabar setiap tahunnya sejak tahun 2003mengkucurkan anggaran APBD II.
Pasca Sail Komodo tahun 2013 lalu, para pemodal menyerbu Labuan Bajo untuk membuka bisnis. Mulai dari hotel hingga restoran tumbuh subur di Labuan Bajo.

Namun ditengah kemajuan sektor pariwisata di Labuan Bajo, masyarakat Labuan Bajo masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Untuk mengatasi masalah air bersih, Pemkab Mabar melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PDAM Wae Mbeliling melayani ribuan pelanggan di Labuan Bajo dengan mengambil pasokan air bersih dari sejumlah sumber air seperti Wae Mese Dalong serta Wae Kaca dan Wae Mbaru di Desa Compang Liang Ndara, Kecamatan Komodo.


kisis air bersih ini sangat ironis karena pemerintah setempat sudah menghabiskan anggaran untuk pembangunan instalasi air bersih. Pada 2013 lalu, proyek air minum bersih yang bersumber dari dana percepatan pembangunan Sail Komodo 2013 senilai Rp116 miliar seperti menguap tanpa bekas. Proyek ini hanya meninggalkan jaringan pipa air tanpa air.

KULIAH GRATIS BEASISWA

Pemkab Manggarai Barat sejak beberapa tahun lalu melalui APBD II mengenlontorkan dana mencapai Rp35 miliar lebih untuk proyek serupa, namun warga Labuan Bajo dan sekitarnya masih juga mengalami krisis air bersih.

“Krisis air bersih menjadi problem menahu di Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat, yang kini terus berkembang sebagai kota pariwisata.Sejumlah proyek pengadaan air bersih selama beberapa tahun terakhir masih belum bisa memenuhi kebutuhan warga. Air dari keran milik Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) hanya bisa dinikmati dua atau tiga kali seminggu.ujar,Sefni Hatta, Salah satu masyarakat Labuan Bajo,(22/01/20).

Lanjutnya, dimanakah peran pemertintah hari ini melihat masyarakat Labuan Bajo sedang krisis air karena ini sesuai dengan realita yang terjadi pada masyarakat Labuan Bajo hari ini, memang pipanya banyak tetapi airnya tidak mengalir, dan disini saya melihat kurang pekanya Pemda melalui PDAM terkait krisis air bersih ini.

Harapanya bahwa semoga pemerintah kabupaten manggarai Barat melalui PDAM jangan tinggal diam melihat kejadian hari ini yang menimpah masyarakat Labuan Bajo dan Pemda harus transparan.tutupnya.