KRBB Kalsel Lakukan Tour Jelajah Wisata Alam Banua di Kalsel

Reporter: Tornado Topik: Ekonomi & Bisnis, Kalimantan Selatan
  • Bagikan
Krbb Kalsel Lakukan Tour Jelajah Wisata Alam Banua Di Kalsel

Liputan4.com, Jorong – Mengunjungi berbagai tempat wisata tentu menjadi sesuatu yang menyenangkan. Tidak hanya menghabiskan waktu untuk berlibur, tapi juga mengeksplorasi kekayaan alam yang tidak ada habisnya.

Hal itu juga yang dilakukan oleh Komunitas Relawan Banua Bersatu (KRBB) Kalsel melakukan perjalanan tour jelajah wisata alam bunua Kalimantan Selatan. Kali ini perjalanan dilakukan untuk menjelajahi kekayaan alam wisata Indonesia yaitu Pantai Asmara yang berlokasi di Desa Muara Asamasam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut, Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (6/11)


Kegiatan ini bukan yang pertama kali karena sebelumnya KRBB Kalsel telah melakukan perjalanan ke sejumlah kawasan wisata di Kalsel. Kini giliran Pantai Asmara sebagai model yang digunakan untuk menjelajah sekaligus mengkampanyekan wisata di tengah pandemi. “(Pandemi) bukan suatu alasan untuk menunda. Asalkan mematuhi protokol kesehatan dan aturan yang berlaku.

Krbb Kalsel Lakukan Tour Jelajah Wisata Alam Banua Di Kalsel

Founder Komunitas Relawan Banua Bersatu (KRBB) Kalsel Noor Hafifah didampingi Sekretaris Arbani mengatakan, Kalsel sangat kaya wisata alam, baik darat maupun laut, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi para petualang untuk mengunjungi tempat-tempat destinasi wisata baik yang telah dikelola maupun yang masih tersembunyi.

” Kalsel wisatanya sangat bagus, dan banyak. Salah satunya air terjun, dengan mengunjungi daerah-daerah wisata kemudian kita posting dimedsos orang semakin banyak yang tahu, yang tadinya tidak terawat, belum dikelola alhamdulilah sekarang sudah tertata,” kata Noor Hafifah.

Fasilitas disediakan di sekitar bibir pantai adalah sejumlah gazebo menghadap pantai untuk pengunjung duduk-duduk sambil menikmati pemandangan laut atau makan bersama dengan rombongan.

Ia menjelaskan, KRBB Kalsel merupakan sebuah wadah atau komunitas yang memiliki anggota relawan dari berbagai kalangan mulai dari pengusaha, politisi dan birokrat dan memiliki kepengurusan di 13 kabupaten/kota se-Kalsel.

Sebagai komunitas relawan ia mengaku, ada standar keamanan yang harus diikuti oleh para penjelajah, mulai dari fisik, perlengkapan bawaan hingga keamanan selama dalam perjalanan, begitu juga saat berada di lokasi wisata.

” Kami ada SOP nya, dan itu harus diikuti, demi keselamatan kita bersama selama melakukan petualangan,” katanya.

Sebagai wadah komunitas, mereka tidak hanya sekedar berkunjung, mengeksplorasi pariwisata, tapi juga bagaimana ikut berkontribusi melestarikan kekayaan alam. Salah satunya menjaga alam, kebersihan dengan meningkatkan kesadaran para anggota selama perjalanan berlangsung.

” Terutama di kawasan air terjun dan hutan, kami sangat mengimbau untuk tidak menebang pohon sembarangan, agar tetap lestari. Begitu juga dengan kebersihannya, jangan buang sampah sembarangan. Kalau tidak ada tempat sampah bawa pulang, dan buang sampah di rumah,” saran dia.

Noor Hafifah mengungkapkan, selain melakukan perjalanan menjelajah pariwisata di Kalsel, kegiatan yang mereka lakukan diantaranya bakti sosial maupun kopi darat bersama anggota.

” Kalau ada bencana kami turun baksos, untuk kopdarnya kondisional, kami tidak mewajibkan setiap seminggu sekali, kadang sebulan sampai tiga bulan sekali,” jelasnya.

Ia mengaku, saat ini masih banyak destinasi wisata di Kalsel yang belum tersentuh oleh pemerintah, maupun investor, sehingga akses jalan untuk masuk sampai ke tempat tujuan melalui medan yang sulit, ini justru menjadi tantangan tersendiri bagi mereka untuk bisa sampai ke tempat tujuan.

“Kalau perjalanan dan berapa lama ngetrip tergantung dengan akses dan jarak, kalau jalan nya bagus cepat. Di Kalsel ada banyak tempat wisata yang belum tersentuh, dan dikelola. Akses masuk cukup sulit, walaupun sudah banyak yang datang berkunjung kesana,” paparnya. (NdL4).

 

 

 

 

Print Friendly, Pdf & Email
  • Bagikan