Komunitas Hidroponik Morowali Terbentuk, Ini Tujuannya

Komunitas Hidroponik Morowali Terbentuk, Ini Tujuannya

Liputan4.com, Fonuasingko – KETERTARIKAN masyarakat terhadap kebun Hidroponik terus naik, selain karena sayuran yang dihasilkan lebih sehat, keuntungan dari penjualannya pun cukup lumayan.

Tak heran jika di Morowali Sulawesi Tengah, pekebun Hidroponik kemudian membentuk sebuah wadah yang bernama Komunitas Hidroponik Indonesia Morowali yang disingkat dengan Kohindo Morowali.


Pembentukan komunitas tersebut terinisiasi dalam rapat yang digelar  pada Kamis 17/09/2020  di Taman Kota Bungku Fonuasingko Kabupaten Morowali, dihadiri oleh beberapa pemuda pegiat hidroponik yang sudah memiliki kebun  skala besar dan mampu melakukan sistem panenan setiap minggu.

“Rapat kita membentuk komunitas atau kelompok petani hidroponik Kohindo Morowali yang memiliki legalitas dan badan hukum. Komunitas ini akan mempersatukan semua pekebun hidroponik yang ada,” terang Miswanto, salah seorang penggagas dari Kohindo, 17/09/2020.

Selain menyepakati terbentuknya Kohindo, rapat itu juga bertujuan untuk menjalin silaturahmi sesama pekebun hidroponik yang ada di Morowali dan melakukan penentuan harga komoditas sayur hidroponik.

Pertemuan itu juga membahas masalah target pasar dan pangsa pasar sayuran hidroponik ke depannya dengan cara penjualan sistem 1 Pintu, 1 Rasa, dan 1 Harga yang sama.

Adapun harga bersama yang menjadi kesepakatan Kohindo Morowali adalah  Selada lokal dan impor dengan harga Rp 50000-65000/Kg, Sayur Pakcoy Rp 50000-55000/Kg, Sayur Sawi putih (Samhong king) Rp 50000-55000/Kg, Sayur Kangkung Rp 30000-35000/Kg dan Seledri dengan harga Rp 100000-105000/Kg.

Kohindo sebagai sebuah organisasi berbadan hukum memiliki tujuan untuk menghimpun para pekebun hidroponik beserta segala potensinya untuk kemudian bekerja bersama untuk mencapai kesejahteraan bersama.

Miswanto mengungkapkan bahwa dengan adanya Kohindo diharapkan suplai sayuran sehat bisa dihasilkan secara mandiri oleh pekebun lokal tanpa mengambil pasokan dari luar Morowali lagi. Tentu dengan hal tersebut, cita-cita sejahtera bersama dapat terwujud bagi masyarakat khususnya pekebun, kata Miiswanto.

“Harapan kami adalah dengan di bentuknya kelompok ini bisa memicu semangat masyarakat untuk berkebun hidroponik dengan adanya dorongan perkembangan jaman di era milenial ke depannya dan dengan adanya kesadaran akan perlunya mengkonsumsi sayuran yang sehat untuk tubuh manusia. Serta mampu menyuplai kebutuhan sayuran sehat khusus daerah  Morowali tanpa mengambil pasokan sayur dari luar daerah,” papar Miswanto.

 

Miswanto menambahkan bahwa harapan Kohindo bisa semakin    bertambah dan besar serta dapat menularkan pemikiran-pemikiran yang positif sampai ke pelosok dan akan bermanfaat untuk orang banyak. #(L4BMST).