Komper.id Menyatukan Asa Perawat Nan Terserak

Hak Suara— Hari senin,tepatnya tanggal 16 Januari 2017 saya menghubungi Nugraha Fauzi yang berdomisili di Bandung melalui pesan singkat. Tujuan saya menghubungi beliau untuk mengajak mendirikan sebuah komunitas, persisnya komunitas online yang mengusung dan mampu menampung semangat berbagi, berdiskusi, serta tempat menyampaikan ide, pikiran dan pengalaman.
Saya menyadari bahwa ajakan saya tersebut cukup usang, karena di era digital ini sangat mudah ditemukan komunitas yang saya maksud, banyak grup dan ruang diskusi serta tempat menulis yang bisa ditemukan dengan mudah di jagad maya, lalu apa spesialnya ajakan saya?
Tak disangka, ajakan saya bagaikan kuah gulai tertuang pada nasi dalam piring, hanya tinggal mencari “tambuah” serta lauk pauk. Sebab, pernah pula terlintas dipikiran Nugraha fauzi apa yang ingin saya dirikan, yakni sebuah Komunitas Perawat Blogger Indonesia. Dimana komunitas tersebut mampu menampung Perawat, mahasiswa keperawatan, tenaga kesehatan dan siapa saja yang berminat berkumpul dalam satu wadah (red: website).
“Berkumpul” dan “Menampung” yang saya maksud adalah, menampung ide, pikiran serta pengalaman yang mereka tuliskan dan dipublikasikan di komunitas online yang kami dirikan. Yah, tepatnya di situs ini, di komper.id.
Perjalanan Singkat Mendirikan komper.id
Seusai diskusi via messengger, saya dan Nugraha Fauzi sepakat bahwa kami perlu menyatukan nan terserak, yakni mengajak bersatu Perawat-Perawat Indonesia yang aktif ngeblog, agresif di dunia maya, dan garang di media sosial. Lalu, saya menghubungi Firman Telaumbanua, ia dosen Keperawatan, saat ini menetap di Surabaya, ia aktif menulis dan pendiri grup Super (Suara Perawat) yang mengawasi perkembangan dunia Keperawatan dan Kesehatan di dunia maya, ia dan anggota grup super-nya sangat intens mengawasi dan meluruskan tudingan negatif yang dialamatkan pada Perawat.
Selanjutnya, saya juga mengajak bergabung Pentolan Perawat Peduli Indonesia (PPI) yaitu Martony Calvein Kakomole Kuada dari Kisaran, Sumatera Utara, ia terbilang “ganas” menyampaiakan pandangan kepada pengambil kebijakan terkait keprihatinannya terhadap nasib dan kesejahteraan Perawat Indonesia di blog personalnya. Seterusnya saya juga menawarkan kepada Iwansyah CEO Suara Literasi Perawat Indonesia. Ia seorang Ners yang mengabdikan diri sebagai wartawan di Makassar, ia bertekad memperjuangkan profesi Perawat melalui tulisan, bahkan ia telah membuahkan karya tulis beberapa buku bacaan.
Kemudian, saya sampaikan niat baik ini pada Mas Ocha lewat pesan elektronik, jujur saja hingga saat ini saya tidak tau banyak tentang beliau,nama lengkapnya pun saya tidak tau, ia mengaku tidak punya akun media sosial, kecuali Whats App dan blog, di blog pribadi, ia mengulas tentang keperawatan dengan bahasa inggris karena beliau saat ini bekerja di Kuwait. Saya mengenal beliau hanya lewat grup diskusi di Whats App.
Dan, terakhir saya pun mengajak Tirta Riawan, pengusaha muda dibidang industri kreatif, ia cendrung menggunakan istilah Nursepreneur sebutan tepat dirinya. Tirta Riawan Owner Indonesian Health Center (IHC) yaitu sebuah perusahaan “start up” yang bergerak dan memfasilitasi peserta pendidikan dan pelatihan kesehatan dalam menuntut ilmu, serta banyak usaha kreatif lainnya yang ia tekuni.
Mulanya, saya menawarkan kerjasama pada Tirta Riawan sebagai sponsor tunggal, setelah melalukan diskusi kecil, ia lebih tertarik bagian dari komunitas online yang akan didirikan, tujuannya ia ingin membangun serta mengembangkan secara bersama-sama dalam tim. Sedangkan saya siapa? Yah, saya bukan siapa-siapa, yang hanya suka menulis dan menyatukan potensi nan terserak di dunia maya.
Mewujudkan “Asa” mendirikan Komper.id
Pada prinsip, sejawat yang saya hubungi sebanyak 5 orang secara personal, menyatakan kesiap-sediaannya bergabung dalam tim, yang selanjutnya disebut founder komper.id.
Kami berdiskusi alot dalam satu grup kecil secara online, terkait pemilihan nama domain, lokasi penyewaan hosting, dan lain-lain. Dimulai hari senin,hingga selasa,rabu,kamis kami terus melakukan komunikasi intensif dan hari jumat final, (20/1) komper.id resmi launching berkat keahlian Nugraha Fauzi selaku web building sekaligus administrator.
Baiklah, saya sampaikan bahwa, komper.id merupakan singkatan dari Komunitas Perawat Blogger Indonesia yang bertujuan untuk menyatukan potensi-potensi luar biasa dimiliki insan Keperawatan dan Kesehatan.
Melalui komunitas online (komper.id) yang baru berdiri ini, dengan harapan, kami bisa menyatukan Perawat Indonesia yang hobi menulis dan ngeblog untuk bergabung dalam satu wadah, maupun bagi siapa saja yang berminat berbagi pengalaman terkait ilmu kesehatan dan keperawatan.
Hari ini, komper.id baru pondasi awal yang akan terus dikembangkan dan disempurnakan, kami masih berdiskusi terkait arah dan passion yang pas untuk media ini. Yang jelas, saya dan kami berusaha merajut asa menyatukan nan terserak. Demikian.

Hak Suara— Hari senin,tepatnya tanggal 16 Januari 2017 saya menghubungi Nugraha Fauzi yang berdomisili di Bandung melalui pesan singkat. Tujuan saya menghubungi beliau untuk mengajak mendirikan sebuah komunitas, persisnya komunitas online yang mengusung dan mampu menampung semangat berbagi, berdiskusi, serta tempat menyampaikan ide, pikiran dan pengalaman.
Saya menyadari bahwa ajakan saya tersebut cukup usang, karena di era digital ini sangat mudah ditemukan komunitas yang saya maksud, banyak grup dan ruang diskusi serta tempat menulis yang bisa ditemukan dengan mudah di jagad maya, lalu apa spesialnya ajakan saya?
Tak disangka, ajakan saya bagaikan kuah gulai tertuang pada nasi dalam piring, hanya tinggal mencari “tambuah” serta lauk pauk. Sebab, pernah pula terlintas dipikiran Nugraha fauzi apa yang ingin saya dirikan, yakni sebuah Komunitas Perawat Blogger Indonesia. Dimana komunitas tersebut mampu menampung Perawat, mahasiswa keperawatan, tenaga kesehatan dan siapa saja yang berminat berkumpul dalam satu wadah (red: website).
“Berkumpul” dan “Menampung” yang saya maksud adalah, menampung ide, pikiran serta pengalaman yang mereka tuliskan dan dipublikasikan di komunitas online yang kami dirikan. Yah, tepatnya di situs ini, di komper.id.
Perjalanan Singkat Mendirikan komper.id
Seusai diskusi via messengger, saya dan Nugraha Fauzi sepakat bahwa kami perlu menyatukan nan terserak, yakni mengajak bersatu Perawat-Perawat Indonesia yang aktif ngeblog, agresif di dunia maya, dan garang di media sosial. Lalu, saya menghubungi Firman Telaumbanua, ia dosen Keperawatan, saat ini menetap di Surabaya, ia aktif menulis dan pendiri grup Super (Suara Perawat) yang mengawasi perkembangan dunia Keperawatan dan Kesehatan di dunia maya, ia dan anggota grup super-nya sangat intens mengawasi dan meluruskan tudingan negatif yang dialamatkan pada Perawat.
Selanjutnya, saya juga mengajak bergabung Pentolan Perawat Peduli Indonesia (PPI) yaitu Martony Calvein Kakomole Kuada dari Kisaran, Sumatera Utara, ia terbilang “ganas” menyampaiakan pandangan kepada pengambil kebijakan terkait keprihatinannya terhadap nasib dan kesejahteraan Perawat Indonesia di blog personalnya. Seterusnya saya juga menawarkan kepada Iwansyah CEO Suara Literasi Perawat Indonesia. Ia seorang Ners yang mengabdikan diri sebagai wartawan di Makassar, ia bertekad memperjuangkan profesi Perawat melalui tulisan, bahkan ia telah membuahkan karya tulis beberapa buku bacaan.
Kemudian, saya sampaikan niat baik ini pada Mas Ocha lewat pesan elektronik, jujur saja hingga saat ini saya tidak tau banyak tentang beliau,nama lengkapnya pun saya tidak tau, ia mengaku tidak punya akun media sosial, kecuali Whats App dan blog, di blog pribadi, ia mengulas tentang keperawatan dengan bahasa inggris karena beliau saat ini bekerja di Kuwait. Saya mengenal beliau hanya lewat grup diskusi di Whats App.
Dan, terakhir saya pun mengajak Tirta Riawan, pengusaha muda dibidang industri kreatif, ia cendrung menggunakan istilah Nursepreneur sebutan tepat dirinya. Tirta Riawan Owner Indonesian Health Center (IHC) yaitu sebuah perusahaan “start up” yang bergerak dan memfasilitasi peserta pendidikan dan pelatihan kesehatan dalam menuntut ilmu, serta banyak usaha kreatif lainnya yang ia tekuni.
Mulanya, saya menawarkan kerjasama pada Tirta Riawan sebagai sponsor tunggal, setelah melalukan diskusi kecil, ia lebih tertarik bagian dari komunitas online yang akan didirikan, tujuannya ia ingin membangun serta mengembangkan secara bersama-sama dalam tim. Sedangkan saya siapa? Yah, saya bukan siapa-siapa, yang hanya suka menulis dan menyatukan potensi nan terserak di dunia maya.
Mewujudkan “Asa” mendirikan Komper.id
Pada prinsip, sejawat yang saya hubungi sebanyak 5 orang secara personal, menyatakan kesiap-sediaannya bergabung dalam tim, yang selanjutnya disebut founder komper.id.
Kami berdiskusi alot dalam satu grup kecil secara online, terkait pemilihan nama domain, lokasi penyewaan hosting, dan lain-lain. Dimulai hari senin,hingga selasa,rabu,kamis kami terus melakukan komunikasi intensif dan hari jumat final, (20/1) komper.id resmi launching berkat keahlian Nugraha Fauzi selaku web building sekaligus administrator.
Baiklah, saya sampaikan bahwa, komper.id merupakan singkatan dari Komunitas Perawat Blogger Indonesia yang bertujuan untuk menyatukan potensi-potensi luar biasa dimiliki insan Keperawatan dan Kesehatan.
Melalui komunitas online (komper.id) yang baru berdiri ini, dengan harapan, kami bisa menyatukan Perawat Indonesia yang hobi menulis dan ngeblog untuk bergabung dalam satu wadah, maupun bagi siapa saja yang berminat berbagi pengalaman terkait ilmu kesehatan dan keperawatan.
Hari ini, komper.id baru pondasi awal yang akan terus dikembangkan dan disempurnakan, kami masih berdiskusi terkait arah dan passion yang pas untuk media ini. Yang jelas, saya dan kami berusaha merajut asa menyatukan nan terserak. Demikian.

Leave a Reply