Komisi II Akan Panggil PDAM Soe, Araksi Siap Dampingi Warga Bonle’u

Simron Yerifrans - NTT
  • Bagikan
Komisi II Akan Panggil PDAM Soe, Araksi Siap Dampingi Warga Bonle'u

Foto : Mell Bana

Liputan4.com

Warga desa Bonle’u, Kecamatan Tobi melakukan penutupan sumber air pada hari Minggu 30/5/2021.
Penutupan didahului dengan upacara adat yang dihadiri oleh para Amaf dan Meob.

Sesaat setelah penutupan,pihak PDAM langsung melaporkan warga terkait dugaan pengrusakan ke Polres TTS.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi II DPRD TTS,Mell Bana saat dikonfirmasi Senin 31/5/2021 mengatakan seharusnya ada dialog bersama dikedepankan dalam persoalan ini untuk menemukan solusi.
Namun sudah terjadi penutupan air dan PDAM sudah melaporkan ke polisi.

Dirinya sangat menyayangkan penutupan air yang dilakukan oleh warga karna kecewa dengan janji Pemda. seharusnya sebelum bertindak dilakukan dialog untuk mempertanyakan apa yang dijanjikan Pemerintah dan jika tidak ada respon barulah penutupan air adalah jalan terakhir.

Kini setelah semuanya terjadi, dirinya minta Pemda untuk melakukan dialog dengan masyarakat untuk mendapatkan solusi.

“Pemerintah harus merendah karna warga Bonle’u adalah masyarakat TTS juga, masa mau proses hukum masyarakatnya sendiri”,ujar anggota Fraksi PKB ini.

Lebih lanjut Mell mengatakan Komisi II segera panggil pihak PDAM untuk mendapatkan penjelasan dan mencari jalan keluar dalam persoalan ini agar tidak mengorbankan banyak orang

Sementara itu Ketua Araksi Alfred baun mengatakan pihaknya sudah bersama masyarakat tutup air Bonle’u. Penutupan mata air ini sebagai bentuk kekecewaan akibat tidak ada perhatian pemerintah untuk Desa Bonle’u.

Menurutnya, masyarakat punya niat untuk tutup karena ingkar janji. Penutupan tersebut juga tanpa intervensi dari pihak manapun dan tidak ada provokasi dari Araksi karna Araksi berada pada masyarakat yang lemah.

Oleh karena itu Araksi dampingi yang lemah, bukan provokasi. Sehingga jika ada yang tempuh jalur hukum maka Araksi siap dampingi masyarakat jika pemerintah ambil jalur hukum. Masyarakat hanya tagih janji, karena sudah puluhan tahun sumber air dikelolah pemerintah tetapi tidak ada perhatian.

Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Suka
Waww
0
Waww
Haha
0
Haha
Sedih
0
Sedih
Lelah
0
Lelah
Marah
0
Marah
  • Bagikan
LIPUTAN4.COM Kami ingin menunjukkan kepada Anda pemberitahuan untuk berita dan pembaruan terbaru.
Dismiss
Allow Notifications