Kisah  

Kilas pandang CANDI BOROBUDUR Lotus Tanah dari Jawa

Jawa tengah – Liputan4.com Candi Borobudur dibangun diatas sebuah bukit yg dikelilingi oleh danau purba seluas 8 km. Karena adanya erupsi yang berulang-ulang dari Merapi, Merbabu, Sumbing dan Sindoro, danau tersebut mengalami pendangkalan sampai saat ini.

Hal ini masih bisa di telusuri dengan adanya nama-nama desa di sekitar Borobudur yang mengindikasikan adanya danau purba tersebut seperti, “bumi segoro”, “tuk songo”, “sabrang rowo”, “ngasinan” dan lainnya.


Seorang mahasiswa doktoral Departemen Geografi Universitas Gadjah Mada bernama Helmi Murwanto berhasil meneliti dugaan danau purba disekitar Candi Borobudur. Menurutnya daratan ini dulunya adalah sebuah danau purba berumur 10.000 tahun terbentuk pada Zaman Pleistosen Akhir.“Hilangnya danau ini disebabkan oleh pendangkalan dan aktifitas manusia. Dimana sebelum adanya peradaban di daerah itu danau masih tergenang luas hingga 8km dari Sungai Pacet di kaki Bukit Tidar, Mertoyudan hingga mencapai kaki gunung Menoreh.

Prakiraan itu didapatkan dari analisa penyebaran endapan lempung hitam yang berasal dari material vulkanik dan bebatuan. Selain itu citra satelit juga menunjukkan aliran sungai yang bermuara pada danau tersebut.

Bentuk Borobudur sendiri serupa bunga teratai, lotus pencerahan Sang Budha di tengah kolam air. Bunga Teratai sendiri melambangkan hidup manusia yang berakar pada tanah yang kotor tetapi tetap kalis dari kotoran duniawi.

KULIAH GRATIS BEASISWA

Candi Borobudur melambangkan “triloka” tiga dunia, dunia bawah “kamadhatu”, dunia tengah “rupadhatu” dan dunia atas, “arupadhatu”.
“Kamadhatu” melambangkan kehidupan manusia yang masih terikat dengan nafsu duniawi dan rangkaian karma. ‘Rupadhatu” melambangkan kehidupan manusia yang sudah terlepas dari ikatan hawa nafsu dan rangkauan karma tetapi masih terikat dengan rupa dan bentuk. “Arupadhatu” melambangkan kehidupan manusia yang sudah mencapai nibbana, mahasamadhi, terlepas dari rupa dan bentuk.

Nama Borobudur sendiri berasal dari kata “Sambhara Bhudhara” yang berubah menjadi “Mbhara Budhara” dan berubah lagi menjadi “Bhara Budhar” dan akhirnya menjadi “Borobudur” yang berarti Bukit yang bertingkat-tingkat seperti sepuluh tingkatan Boddhi sattwa.

Bila dilihat dari suatu ketinggian tertentu, maka candi Borobudur akan membentuk teratai utuh ditengah danau dan Sang Budha bersinggasana diatas kelopaknya. Danau tersebut dikelilingi oleh perbukitan Menoreh, Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro dan Prahu yang membentuk Gelang Raksasa alami dengan pemandangan yang sangat indah. Daerah tersebut diberi nama”Maha Gelang” yang berubah menjadi “Magelang”, Nuwun.

Dari : “Sekilas Pandang Candi Borobudur”