News  

Ketua MUI MEMPAWAH Ajak Masyarakat Tidak Terpengaruh Dengan Konten NEGATIV di MEDSOS

Ketua Mui Mempawah Ajak Masyarakat Tidak Terpengaruh Dengan Konten Negativ Di Medsos

liputan4.com Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mempawah mengaku prihatin dengan kasus penangkapan terhadap seorang pemuda di Sungai Pinyuh yang diduga terpapar ISIS. Karena itu, MUI mengajak elemen masyarakat menjaga anak-anak dari konten negatif media sosial (medsos).

“Kita semua sangat prihatin dan terkejut dengan kasus penangkapan terhadap AR, pemuda di Sungai Pinyuh yang diduga terkait dengan jaringan ISIS. Tentu ini menjadi pembelajaran yang penting bagi seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Mempawah,” kata Ketua MUI Kabupaten Mempawah, KH Tusirana Rasyid, Rabu (17/06/2020) pagi di Mempawah.


Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Sengkubang itu, saat ini konten media sosial memiliki pengaruh besar terhadap daya fikir dan perkembangan manusia terlebih anak-anak dan remaja. Mengingat penggunaan media sosial sudah menjadi bagian dari kebutuhan sebagian orang.

“Hampir semua orang pasti memiliki gadget dan aktif bermain media sosial. Maka, berbagai konten di media sosial akan sangat mempengaruhi pola fikir si penggunanya. Termasuk konten-konten negatif yang akhirnya mengarahkan orang pada tindakan yang menyimpang dan melanggar aturan,” ujarnya.

Sebagai salah satu dari banyak  Tokoh Agama di Kabupaten Mempawah ini beliau mencontohkan, bahwa ada konten-konten negatif yang mengarah pada praktek jaringan terorisme, narkotika, pornography dan lainnya. Karena itu, perlunya peran aktif seluruh elemen masyarakat sebagai kontrol dan mengawasi aktivitas anak dan remaja di media sosial.

“Dibutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan membimbing para remaja. Mulai dari peran orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan hingga aktivis dan lainnya. Semua harus berkontribusi untuk menjaga para remaja di Kabupaten Mempawah,” pendapatnya.

Tak kalah penting, imbuh Tusirana, peran aktif jajaran pemerintah untuk berpartisipasi dalam bentuk pembinaan dan kontrol sosial terhadap masyarakat dilingkungannya masing-masing. Terlebih peran aparatur ditingkat bawah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Aparatur desa, RT, RW sangat penting untuk membina masyarakat agar tidak terpapar konten-konten negatif di medsos. Pembinaannya bisa melalui saran, nasehat dan himbauan agar masyarakat dilingkungannya tidak terpengaruh dengan hal-hal yang menyimpang, jelasnya.

Syafarahman

[zombify_post]