Ketua DPRK Aceh Timur Dinilai Tak Pro Rakyat dan Lupa Daratan

Reporter: Saif Aceh Kategori: Aceh, Peristiwa
  • Bagikan
Ketua DPRK Aceh Timur Dinilai Tak Pro Rakyat dan Lupa Daratan

Liputan4.com | Aceh Timur – Senin 12 Juni 2021
Ngopi bareng ketua DPRK Aceh Timur dengan manager dan karyawan PT Medco E&P Malaka di salah satu Cafe di Idi Rayeuk Jumat (09/07) yang menuai kritikan pedas dari aktivis pegiat sosial. Darwin Eng menilai ngopi bareng yang dilakukan seorang pejabat publik tidak etis dilakuan diruang publik, apalagi baru saja selesai rapat evaluasi yang dilakukan oleh DPRK Aceh Timur yang menghadirkan Pihak Medco sendiri, BPMA, DLH, Disnaker dan perwakilan masyarakat lingkar tambang blok A.

Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin(FPRM) Nasruddin juga menilai,pertemuan yang sangat alot diruang sidang terhormat dan resmi, namun tidak menghasilkan satu keputusan atau rekomendasi apapun terhadap beberapa persoalan krusial antara masyarakat versus PT Medco E&P Malaka terutama terkait peristiwa keracunan warga yang berulang kali diduga berasal dari aktivitas ekplorasi gas bumi di Blok A atau CPP Blang Nisam dan Alue Siwah.

Menurutnya “Selain persoalan lingkungan dan sosial yang telah menjadi gunung salju, sampai saat ini belum ada titik temu, bahkan publik semakin dibingungkan pernyataan PT Medco, BPMA dan Pemerintah Aceh bertolak belakang, contohnya seperti pada peristiwa kedua keracunan warga Desa Panton Rayeuk T Kecamatan Banda Alam (27/6).

Masyarakat juga melihat dan menilai tingkat keseriusan Bupati dan DPRK Aceh Timur selama ini tidak begitu peduli terhadap nasib warga lingkar tambang, DPRK dan Bupati lebih memilih diam membisu jangan kan mengunjungi pengungsi bertahan berhari-hari di depan kantor Camat Banda Alam bersuara pun tidak pernah ada, setelah adanya desakan publik dan laporan masyarakat lingkar tambang ke DPRK, serta inisiatif beberapa anggota dewan, akhirnya DPRK menggelar rapat evaluasi. cetus Nasruddin yang juga aktivis 98

Sayang nya, Rapat Evaluasi yang dilakukan DPRK turut menghadirkan pihak berwenang seperti Medco, BPMA, DLH dan Disnaker untuk mendapatkan solusi, tapi yang terjadi seperti ” rapat panitia kenduri blang di gampong-gampong” dan hanya menjadi panggung untuk mengukur kualitas dan kredibilitas anggota dewan yang tidak menguasai masalah. Bahkan lebih menggelitik lebih cerdas berbicara perwakilan masyarakat lingkar tambang dibandingkan anggota dewan terhormat. ujarnya.

Maka sangat wajar, kehadiran ketua DPRK Aceh Timur ngopi bareng sambil minum dan tertawa terbahak-bahak bersama manager, karyawan Medco dan mantan anggota DPRA, seolah-olah mereka sukses mensetting rapat evaluasi menjadi sebuah diskusi biasa seperti dikaki lima.

Tanpa menyadari Ketua DPRK Aceh Timur yang konon nya seorang ulama muda telah melukai perasaan masyarakat yang selama ini terzhalimi oleh perusahaan yang sedang mengeruk hasil bumi Aceh Timur.

Seyogia nya Ketua DPRK harus malu atas sikap dan prilakunya yang tak pantas dipertontonkan di ruang publik. maka sekali sangat wajar mendapatkan kritikan pedas dari rakyat, bahkan banyak komentar netizen yang menyangkan sikap Ketua DPRK yang terkesan tidak bela rakyat dan telah lupa daratan, pungkas nya.

Sementara Ketua DPRK Aceh Timur, Muhammad Daud dikutip dari suarageram.co menjelaskan bahwa acara ngopi bersama tersebut tidak ada maksud tertentu.

“Sebenarnya tidak ada maksud tertentu saya ngopi tadi, saya hanya menghargai  ajakan Ibu Aisyah sebagai senior di Partai Aceh dan Pocini (Sekjen) juga ada Pak Firdaus (Demokrat) kemudian juga ikut bergabung bersama kami bang Darwin,

Jadi tidak ada maksud lain. Kalau memang dianggap melukai rakyat saya mohon maaf,” tulisnya.melalui.pesan whatsap.

Reporter Saif Aceh

Print Friendly, PDF & Email
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
1
Suka
Waww
0
Waww
Haha
0
Haha
Sedih
0
Sedih
Lelah
0
Lelah
Marah
1
Marah
  • Bagikan