PASPARAWI XIII SE-TANAH PAPUA

Ketika Wakil Rakyat Dapil II “Mati Rasa”, Hanya 4 Dari 9 Anggota Dewan Peka Terhadap Sosial

Pewarta: Basir Hasgas Topik: Sulawesi Selatan, Surat Pembaca
  • Bagikan
Ketika Wakil Rakyat Dapil II "Mati Rasa", Hanya 4 Dari 9 Anggota Dewan Peka Terhadap Sosial

Liputan4.Com, Jeneponto_ Sempat viral seorang janda dengan tiga orang anaknya mendiami gubuk tak layak huni beberapa waktu lalu di lingkungan Tanetea kelurahan Bontotangnga kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto.

Mirisnya kondisi Rahmatiah berjuang dalam garis kemiskinan sejak 5 tahun lalu, sampai Babinsa koramil Tamalatea mengespose kondisinya yang mengundang banyak dermawan datang membantu.

Hal inilah coba relawan LENTERA kordinasikan ke beberapa pihak terkait baik dari pemerintah setempat hingga ke anggota Dewan khususnya daerah pilihan dimana warga ini bermukim.

Namun viralnya sosok Rahmatiah dengan segala kondisinya tidak mampu menarik simpati ke 9 dewan dapil Tamalatea- Bontoramba, diantanya hanya 4 orang dewan yang memiliki jiwa “wakil rakyat” mengulurkan tangan membantu yakni Amin Tantu (Golkar), H. Aripuddin (Gerindra) ,Nurlaela Basir (Gerindra) dan Jusri Amir (Berkarya).

Kepekaan ke empat anggota dewan ini mampu hadir di tengah masyarakat hingga dengan konsep gotong royong bersama TNI-Polri dan para tokoh masyarakat setempat mampu membangun rumah swadaya untuk Ibu Rahmatiah.

Kordinator relawan sosial LENTERA mengatakan “, dari 9 anggota dewan dapil 2 ini (Tamalatea-Bontoramba_red) ,hanya 4 yang memiliki budaya siri na pacce dan benar-benar layak masyarakat perjuangkan yang akan datang”.

Bahkan menurut pendamping 1 LENTERA “BS”Ketika Wakil Rakyat Dapil II "Mati Rasa", Hanya 4 Dari 9 Anggota Dewan Peka Terhadap Sosial ada anggota dewan inisial HT  yang sempat berjanji akan

membantu kemudian hilang tanpa kabar, mirisnya oknum tersebut di kordinasikan oleh camat Bontoramba, namun ingkar janji,” ucap BS.

Dengan konsep swadaya akhirnya tertanggal 04 september 2021 pintu donasi telah ditutup untuk Ibu Rahmatiah dan prosesi pembangunan rumah swadaya tersebut mulai terlaksana lewat komitmen pengerjaan bantuan dari Herman pemilik usaha Air Minum Al Haq serta dari TNI koramil Tamalatea.

Perkiraan babinsa setempat “Bohaseng Sijaya ” pekan depan akan selesai dengan masuknya sumbangsih material 100 persen dari para dermawan prediksinya akan cepat rampung,” ucap Bohaseng.

 

Print Friendly, PDF & Email
  • Bagikan