Kesbangpol Jeneponto Gelar Workshop dan Sosialisasi Pencegahan Miras dan Narkoba

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jeneponto bekerjasama dengan Polres, Dinas Pemuda Olah Raga Jeneponto dan Shihha Institute Indonesia, melaksanakan workshop dan sosialisasi pencegahan miras dan Narkoba bagi pemuda milineal yang berlangsung di aula dinas pemuda olah raga Jeneponto, Sabtu, 10/11/2018.

Hadir sebagai Narasumber diantaranya, Drs. H Ali Akbar, Msi, Kasat Narkoba Polres Jeneponto AKP. H. Hambali, SH dan Sapriadi Saleh Direktur Shihha Institute Indonesia. Dialog tersebut dipandu oleh Muh Syahrir Sarea Staf Dispora Jeneponto.

Hadir pula beberapa organisasi kepemudaan, diantaranya PD Nasyiatul Aisyiyah Jeneponto, Pemuda Muhammadiyah, PPI Jeneponto, Fortanas, GP Ansor, PD Ikatan Pelajar Muhamamduyah Jeneponto dan Perwakilan Siswa-siswi SMA dan beberapa organisasi lainnya.

Kasat Narkoba Jeneponto AKP. Hambali, SH, menyampaikan bahwa saat ini peredaran Narkoba sudah menyasar ke kalangan remaja dan pemuda, sejak saya menjabat Kasat Narkoba selama satu tahun lebih sudah ada 50 kasus yang kami tangani. Kami komitmen pada penanganan penyalahgunaan narkoba di Jeneponto, tidak pandang bulu mau keluarga, ASN bahkan dari Polri sendiri kalau ada bermain-main dengan narkoba kami akan sikat. Ujar Hambali Kasat Narkoba Jeneponto. Selain itu, di ungkapkan juga, bahwa daerah di Jeneponto yang rawan dan tinggi tingkat peredaran narkoba itu ada di kecamatan bangkala, Tamalatea dan Bontoramba. Kecamatan yang lain pun demikian tapi yang kasusnya tinggi di kecamatan tersebut.

Sedangkan Sapriadi Saleh dalam pemaparannya menyatakan bahwa banyaknya kasus penyalahgunaan narkoba kepada remaja ini menandakan terkikisnya nilai dan moral pemuda, dapat kita bayangkan gimana pemimpin kedepannya kalau generasi saat ini sudah terlenah kebiasaan mengkonsumsi narkoba. Sebab narkoba dapat merusak mental pikiran. Untuk itulah remaja dan pemuda saat ini harus memiliki kepercayaan diri untuk dapat tampil dalam berbagai kegiatan yang kreatif. Kalau pemuda banyak luangka waktunya dengan berbagai kegiatan saya yakin mereka tidak akan terpengaruh dengan narkoba. Ujar Sapriadi yang juga Mahasiswa Doktoral UNM.

Drs. Ali Akbar, M.Si juga mengajak pemuda saat ini untuk bersama-sama menghindari Barang haram tersebut yaitu Narkoba dimulai dari diri sendiri dan menyebarkan kepada masyarakat lainnya. Saat ini dari data BNN sekitar 5,9 juta pengguna Narkoba di Indonesia dan 40% diantanya adalah golongan remaja/pemuda.

Pada sesi dialog, salah satu Peserta Sudirman Sappara yang juga ketua Persatuan Purna Paskibraka (PPI) Jeneponto, sangat prihatin kasus penyalahgunaan narkoba yang didominasi oleh remaja, sudirman menyarankan perlu adanya segera Badan Narkotika Kabupaten (BNK) di Jeneponto.

Leave a Reply