Kerumunan Warga Penerima Bantuan UMKM di BNI Cicalengka, Ini Penjelasan Tedi Kepala BNI Cicalengka

  • Bagikan
Kerumunan Warga Penerima Bantuan UMKM di BNI Cicalengka, Ini Penjelasan Tedi Kepala BNI Cicalengka

LIPUTAN4.COM, BANDUNG – Pencairan dana bantuan UMKM sebesar Rp. 1,2Jt bagi para pelaku usaha di kantor Bank BNI Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat memicu terjadinya kerumunan warga. Sehingga mengabaikan protokol kesehatan, dimana warga tidak lagi menjaga jarak dan banyak yang tidak memakai masker, Jum’at (16/04/2021).

Hasil pantauan awak media liputan4.com, dari mulai hari Selasa (13/04), warga terlihat berdesakan dan berkerumun hingga memenuhi area parkir, hanya untuk mengambil nomor antrian pengambilan dana bantuan UMKM.

Security Bank BNI Cicalengka, terlihat sempat kewalahan menahan warga yang mendesak masuk ke dalam kantor bank untuk mengambil nomor antrian. Jumlah massa yang banyak untuk melakukan pencairan, pengecekan bantuan, maupun pengambilan antrian dalam waktu yang sama, membuat kerumuman sulit dihindari.

Walaupun terlihat masih banyak warga yang tetap menggunakan masker, antrian massa yang membuat kerumuman, tanpa jarak tidak dapat dihindarkan, sehingga hal ini mudah menjadi potensi cluster baru penyebaran covid-19.

Terkait hal tersebut, awak media liputan4.com mencoba meminta tanggapan kepada kepala kantor BNI Cicalengka, pada Jum’at (16/04). Tedi, pelaksana tugas Kepala Kantor BNI Cicalengka, menyampaikan, BNI sebagai bank penyalur bantuan UMKM, khususnya BNI Cicalengka harus memproses data sebanyak 2000 orang, dari 3 wilayah Kecamatan ( Cicalengka, Nagreg, dan Cikancung). Dan kami hanya mempunyai man power 2 orang, yakni customer service 1 orang dan saya sebagai Penanggung jawab Kantor BNI Cicalengka. Ditambah banyak warga yang datang di luar wilayah kewenangan BNI Cicalengka.

“ Dalam proses pencairan bantuan tersebut, BNI tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan COVID-19, dengan memberikan himbauan kepada warga, hanya saja banyak warga yang kurang memahami protokol kesehatan, karena banyak warga yang berasal dari pedesaan, ” tegas Tedi.

” Upaya memaksimalkan pelayanan terus di tingkatkan, dari awalnya kami hanya memproses sebanyak 25 orang saja per harinya, sekarang sudah dimaksimalkan menjadi 100 orang / hari. Hanya saja, banyak kendala yang terjadi di warga penerima sendiri, seperti ATM nya hilang, lupa pin, dan ATM ke blokir, padahal dari awal kami sudah ingatkan untuk supaya menjaganya “.

Lanjut Tedi, BNI terus berupaya untuk melakukan berbagai cara memberikan kemudahan dalam pencairan, salah satunya dengan memanfaatkan agen E-waroeng yang tersebar di tiap Desa. Hanya sampai sekarang baru satu E-waroeng yang sudah bersedia membantu.

Ke depan, mudah-mudahan kami bisa melakukan pencairan bantuan UMKM langsung di wilayah desa masing-masing, melalui agen- agen BNI yang ada, sehingga tidak terjadi lagi kerumunan warga di kemudian hari, ” tandasnya.

Penulis : kuswandi

Print Friendly, PDF & Email
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
2
Suka
Waww
0
Waww
Haha
0
Haha
Sedih
0
Sedih
Lelah
0
Lelah
Marah
0
Marah
  • Bagikan

Channel Liputan4 TV – Live News

TOL CHIKARANG DAN PELABUHAN MERAK DI TUTUP

10
1
0

Dandim 1710/Mimika Berharap Masyarakat Ikut Wujudkan Kamtibmas Sambut PON XX Papua

11
1
0

Walikota Ngamuk Dalam Mall

72
1
0

Teknik Pengambilan video Liputan4

27
3
0