Kerja Keras APBN di Masa Pandemi Covid 19

  • Bagikan
Kerja Keras APBN di Masa Pandemi Covid 19

Liputan4.com, Banjarmasin-Realisasi Pelaksanaan APBN Triwulan TA 2021 Wilayah Provinsi Kalsel “Melanjutkan Kerja Keras APBN untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi”, di aula Kanwil DJPB Provinsi Kalsel,  Kamis (15/4).

Hadir sebagai nara sumber Kepala Kanwil DJP Kalselteng, Kepala Kanwil DJKN Kalselteng Ferdinan Lengkong, Kepala Kanwil DJBC Kalselteng HB Wicaksono,  dan Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalsel Sulaimansyah.

Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalsel berhasil merealisasikan belanja di Kalsel triwulan I tahun 2021 yang tumbuh sebesar 13,63 persen.  “Dari alokasi Rp29,6 triliun telah direalisasikan Rp6,5 triliun atau 25,11 persen,” ujar Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalsel Sulaimansyah dalam konferensi pers kepada wartawan,  Kamis (15/4/)

Menurutnya,  realisasi belanja dikontribusikan dari belanja kementerian/lembaga Rp1,45 triliun atau 16,5 persen dari Alokasi Rp8,8 triliun.  “Belanja PC PEN yang disalurkan pusat Rp600,28 miliar,  belanja TKDD Rp4,47 triliun atau 26,97 persen dari alokasi Rp16,58 triliun,” tambahnya.

Ia mengakui dengan peningkatan belanja pemerintah di triwulan I 2021 yang progresnya lebih baik dibanding triwulan I 2020 (sebelum Covid-19) diharapkan akan mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi di triwulan I 2021 sebesar 1,0-0,1 (CnC).

“Disamping program pemulihan ekonomi di Kalsel juga dilakukan percepatan pembangunan struktural melalui peningkatan alokasi belanja infrastruktur Rp2,23 triliun atau 72,74 persen dengan proporsi alokasi mencapai 25,38 persen,” paparnya.

Khusus membantu UMKM,  sambungnya,  Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalsel mengawal pelaksanaan kredit program yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR)  dan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi). “Selama triwulan I 2021 di Kalsel telah disalurkan KUR Rp920,06 miliar kepada 24.217 debitur,  dan pembiayaan UMi Rp3,16 miliar kepada 949 debitur.  Kanwil DJPb Kalsel terus mendorong perluasan penyaluran KUR dan UMi serta menjaga ketepatan sasaran/efektivitas keekonomian penyaluran kredit program tersebut,” tandasnya.

Kepala Kanwil DJP Kalselteng Tarmizi mengungkapkan penerimaan pajak di Kalsel sampai triwulan I 2021 Rp1,8 triliun atau 19,09 persen dari target Rp9,1 triliun. “Kanwil DJP Kalselteng mengalami pertumbuhan lebih baik dari capaian penerimaan pajak nasional 18,67 persen,” bebernya.

Dalam upaya mencapai target,  Ia berkomitmen mengoptimalkan pemanfaatan data dan informasi melalui sinergi dengan pemerintah daerah.  “Sejak 2020 telah dicanangkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) 3 Pihak antara DJP,  DJPK dan Pemerintah Daerah dengan tujuan meningkatkan potensi penerimaan pajak pusat dan pajak daerah,” katanya.

Sedang Bea Cukai Wilayah Kalsel telah berhasil menghimpun penerimaan negara sektor kepabeanan dan cukai Rp132,93 miliar.  “Penerimaan didominasi sektor bea keluar atas ekspor produk CPO dan turunannya Rp129,158 miliar.  Untuk bea masuk Rp3,666 miliar yang dihimpun dari importasi zinc powder,  spare part barang modal,  melamine dan bahan pendukung pembuatan kayu lapis.  Sisanya sektor cukai produk hasil pengelohan tembakau lainnya (vape) Rp108 juta,” tukasnya.

Selain itu,  jelasnya,  sisi devisa terlihat neraca perdagangan Provinsi Kalsel sangat positif dan mengalami surplus Rp27,2 triliun.  “Ya,  didukung besarnya devisa hasil ekspor sumber daya alam dari komoditi batubar, pasir zircon karet,  CPO dan produk turunannya sebesar 1.966.867.026,31 USD,  dan sisi impor besarnya devisa pembayaran impor 102.041.698USD,” imbuhnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
2
Suka
Waww
0
Waww
Haha
0
Haha
Sedih
0
Sedih
Lelah
0
Lelah
Marah
0
Marah
  • Bagikan
HARITA NICKEL