PASPARAWI XIII SE-TANAH PAPUA

Kelompok Nelayan Balai Pungut Tuntut Pabrik-Pabrik se-Kecamatan Pinggir Tidak Buang Limbah ke Aliran Sungai

Pewarta: Erwin Nababan Topik: Peristiwa, Riau
  • Bagikan
Kelompok Nelayan Balai Pungut Tuntut Pabrik-Pabrik se-Kecamatan Pinggir Tidak Buang Limbah ke Aliran Sungai

Liputan4.com, Bengkalis-Riau – Senin pagi 16 Agustus 2021, Camat Pinggir, Azuar SH, menggelar pertemuan dengan perwakilan masyarakat Kelompok Nelayan Desa Balai Pungut dan perwakilan-perwakilan perusahaan pengelola tandan buah kelapa sawit se-Kecamatan Pinggir.

Pertemuan yang digelar di ruang rapat Kantor Camat Pinggir, dan yang dihadiri langsung Kapolsek Pinggir Kompol Maimartika SH, MH, Kepala Desa Balai Pungut M. Asisi dengan didampingi Ketua BPD nya Bambang, yakni dalam rangka mendengar aspirasi masyarakat kelompok nelayan Desa Balai Pungut terkait dugaan air limbah pabrik-pabrik pengelola tandan buah kelapa sawit yang mencemari aliran Sungai Mandau, Desa Balai Pungut.

Dalam pertemuan itu, perwakilan masyarakat Kelompok Nelayan Desa Balai Pungut, Nazaruddin, dengan tegas menyampaikan bahwa mereka menuntut agar pihak pabrik yang ada di Kecamatan Pinggir tidak lagi membuang air limbahnya ke aliran Sungai Mandau.

Selain mengajukan ketaatan kelestarian lingkungan hidup yakni untuk tidak membuang limbah ke aliran Sungai, perwakilan masyarakat juga mengajukan ke pihak perusahaan yang ada agar masyarakat kelompok nelayan Desa Balai Pungut dapat memperoleh CSR perusahaan. Berupa sembako ataupun bantuan biaya pendidikan kepada anak-anak masyarakat kelompok nelayan Desa Balai Pungut.

“Kami kemari tidak demo, kami kesini sangat menegaskan agar air limbah jangan turun lagi ke aliran sungai Mandau. Karena sungai itu tempat kami mencari ikan untuk menafkahi keluarga kami. Dan persoalan ini sudah 6 Tahun lamanya, kami sangat menderita. Atas dasar itu kami tegaskan agar pihak pabrik kelapa sawit yang ada jangan buang limbah lagi ke aliran Sungai Mandau”, tegas Nazaruddin.

Sementara sampai dengan diterbitkan berita ini pihak perusahaan yang hadir pada saat itu belum dapat menyampaikan jawaban atas tuntutan masyarakat nelayan Desa Balai Pungut.

Print Friendly, PDF & Email
  • Bagikan