Kasus Foto Kelamin, Warga Minta Kades Aeramo Jangan Berkantor Sebelum Klarifikasi

IMG 20200925 121849 scaled

Liputan4.com, Nagekeo | Dugaan perbuatan memalukan yang dilakukan oleh Kepala Desa Aeramo berinisial DBD yakni mengirim foto alat kelamin ke istri orang menuai kecaman dari berbagai kalangan di wilayah setempat.

Sebab, pasca pemberitaan kasus tersebut mencuat ke permukaan sampai hari ini belum ada klarifikasi resmi dari yang bersangkutan meski korban sudah melaporkan kasus ini ke Polres Nagekeo.

Menyikapi persoalan itu, segenap tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh muda Desa Aeramo yang tergabung dalam Forum Peduli Aeramo dangan santun menemui lembaga Badan Permusyawaratan  Desa (BPD) pada Jumat (25/09/2020) siang.

Ketua Forum Peduli Aeramo Servasius Adha pada kesempatan itu meminta kepada lembaga DPD segera memanggil Kepala Desa Aeramo untuk memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang mencoreng nama baik desa Aeramo itu.

“Kami datang menemui BPD untuk segera memanggil Kepala Desa Aeramo agar memberikan klarifikasi. Jika pemberitaan itu benar adanya kami seluruh masyarakat Aeramo mengutuk perbuatan itu” ungkapnya.

Menurutnya, apabila yang bersangkutan belum memberikan klarifikasi secara terbuka maka masyarakat Aeramo meminta dengan hormat kepada Kepala Desa untuk jangan dulu masuk kantor.

“Sebelum klarifikasi kami minta Kepala Desa untuk jangan dulu berkantor. Terlepas dari Kepala Desa memegang SK Bupati itu tidak ada urusan, kami datang atas masyarakat Aeramo secara keseluruhan. Ini tuntutan masyarakat ingat itu” tegasnya.

Permintaan serupa juga disampaikan Lukas Li tokoh masyarakat Aeramo lainya. Menurut Lukas sebagai manusia yang tidak luput dari salah dan dosa dirinya belum bisa menvonis apakah Kepala Desa bersalah atau tidak karena itu dalah kewenangan polisi.

Tetapi mengingat sudah hampir satu Minggu belum ada pernyataan resmi dari yang bersangkutan bukan tidak mungkin yang dilakukanya itu benar.

Karena itu Lukas juga mendesak BPD untuk segera memanggil Kades Aeramo untuk segera memberikan pernyataan karena ini sudah menyangkut nama baik Aeramo secara keseluruhan.

“Nga’o sebagai masyarakat oa ena miu BPD ta kami pili negha miu, Miu enga Kepala Desa Aeramo roga ta ngaza Mi Biu kena. Imu harus klarifikasi, (Saya sebagai masyarakat minta di kalian yang BPD yang kami sudah pilih, kalian panggil itu Kepala Desa Aeramo yang nama Mi Biu itu. Dia harus klarifikasi).” ungkap Lukas dengan nada tinggi.

“Kalau ini terlalu bertele-tele berarti BPD kerja sama dengan Bapak Desa. Selama ini dia diam-diam saja. Kami masyarakat selama ini menunggu, kami masyarakat kesal yang masyarakat butuh itu teladan baik dari seorang kepala desa” tambah Melkior Tibo tokoh masyarakat lainya yang diamini Hironimus Deru anggota LPA desa Aeramo.

Ketua Suku Nataia Patrisius Seo menilai perbuatan yang dilakukan DBD telah mencoreng nama baik suku Nataia di mata publik. Saat ini kata Patris akibat sikap DBD yang belum membuka suara terkat kasus tersebut situasi suku Nataia tengah morat-marit.

Dirinya kecewa dengan sikap DBD yang tidak jujur dengan apa yang dia lakukan. “Awalnya saya tanya bilang tidak, tapi setelah paksa tanya terus, buka dia (DBD) punya HP kasih tunjuk itu foto baru dia mengaku kalau benar dia ada kirim foto itu” beber Patris.

Sementara itu ketua BPD Desa Aeramo Saverius Geo berjanji pihaknya akan segera menindaklanjuti permintaan forum secepatnya.

“Kami DPD sebagai lembaga formal yang diamanatkan oleh masyarakat akan segera menindaklanjuti tuntutan itu” katanya.

Saverius menyampaikan BPD sesegera mungkin akan menyurati Camat dan Dinas BPMD Kabupaten Nagekeo untuk menyampaikan aspirasi masyarakat terkait persoalan itu sesuai dengan mekanisme dan regulasi yang diamanatkan dalam Undang-undang.(Arjuna)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply