Kasus Bunuh Diri Kembali Terjadi di Wonogiri, Ini Penyebabnya

Kasus Bunuh Diri Kembali Terjadi Di Wonogiri, Ini Penyebabnya

Liputan4.com,Wonogiri – Kasus bunuh diri kembali terjadi di Kabupaten Wonogiri, kali ini dilakukan pria berinisial D (55) warga Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Ia nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamar mandi, Sabtu (16/7/2022). 

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa serupa dilakukan oleh R (35) warga Desa Bangsri, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jumat (8/7). 


Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo dan Kasubsi Penmas Humas Polres Aiptu Iwan Sumarsono menyatakan, peristiwa bunuh diri yang dilakukan oleh D (55) itu terjadi pada Sabtu tanggal 16 Juli 2022 sekira pukul 04.30 WIB. 

Peristiwa itu pertama kali diketahui saat BE (saksi 1) telah selesai melaksanakan sholat subuh hendak ke kamar mandi yang berada dibelakang rumah dan melihat korban sudah dalam keadaan gantung diri di kamar mandi. 

kemudian BE menghubungi ST (64) selaku istri korban yang sedang bekerja di Delta Solo baru untuk memberitahukan bahwa korban telah meninggal dunia gantung diri.

Sekitar pukul 06.30 WIB. ST tiba di rumah (TKP) kemudian mengecek korban yang sudah meninggal diri dalam keadaan gantung diri di kamar mandi belakang rumah, selanjutnya BE melaporkan ke perangkat desa dan Polsek Wonogiri Kota.

Selanjutnya Tim Kesehatan dari Puskesmas Wonogiri 1, Unit Reskrim Polsek Wonogiri Kota dan 3 Anggota Polsek Wonogiri Kota, Unit Indent Inafis Polres Wonogiri, melaksanakan olah TKP dengan mengevakuasi korban. 

untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan oleh Tim Medis Puskesmas Wonogiri 1 dan Tim Inafis Polres Wonogiri dipimpin Ipda Untung Subekti.

Dari hasil pemeriksaan perawat Puskesmas Wonogiri 1 Dedi Septiyanto dan Bidan Ida Kristiyani Amd.Keb., korban didapati tidak ada tanda kekerasan, bahwa benar korban melakukan tindak bunuh diri. 

“Atas kejadian tersebut, pihak keluarga korban telah menerima dan tidak menuntut untuk dilakukan otopsi,” terangnya. 

Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dengan membuat surat pernyataan.

“Diduga korban melakukan gantung diri karena putus asa dengan penyakit komplikasi yang diderita korban yang menahun, yang saat ini korban masih menjalani perawatan jalan serta cuci darah,” pungkas Iwan. 

Print Friendly, Pdf & Email