"MARI SIAPKAN JIWA RAGA UNTUK MENJEMPUT KEAGUNGAN LAILATUL QADAR DAN KITA SEMUA MENJADI PILIHANNYA UNTUK MENDAPATI RAHMAT DAN MAGFIRAH-NYA DAN KEMBALI MENJADI HAMBA YANG DIKASIHI. MARHABAN YA RAMADHAN.""JIKA HATI SEPUTIH AWAN, JANGAN BIARKAN IA MENDUNG. JIKA HATI SEINDAH BULAN, HIASI DENGAN SENYUMAN. MARHABAN YA RAMADHAN. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA."

Karena Posting Ibu Hamil Ditandu di Jalan Rusak Pria Asal Barunai Kec Cihara Diamankan Polisi

  • Bagikan
Karena Posting Ibu Hamil Ditandu di Jalan Rusak Pria Asal Barunai Kec Cihara Diamankan Polisi

Liputan4.com Lebak- Gara gara Mengunggah soal ibu hamil ditandu dan mempersoalkan kondisi jalan di akun media sosialnya, seorang pria asal Desa Barunai, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak ditahahan di Mapolsek Panggarangan. Namun, polisi membantah telah menangkap Badry Aldiansyah itu. 

Masalah ini muncul setelah Badry meluapkan kekesalannya melalui posting-an di Facebook. DI dalam posting-an itu, Badry kesal setelah seorang ibu hamil terpaksa ditandu karena jalan rusak.

Saat dikonfirmasi pihak Media, Kapolsek Panggarangan AKP Rohidi membantah telah menangkap dan menahan pria tersebut. Rohidi mengungkap, pria tersebut diamankan oleh kepala desa dengan alasan khawatir diamuk oleh massa akibat postingannya.

“Yang dibilang ditahan siapa? Jadi itu diantarkan oleh kepala desa namanya di desa ada yang pro ada yang kontra, pendukung kepala desa ada yang tidak,” kata Kapolsek saat dikonfirmasi, Rabu (4/11/202).

Namun ia tidak membantah bahwa Badri diamankan di markasnya karena ulah postingannya di media sosial terkait jalan rusak yang mengakibatkan ibu hamil ditandu untuk menuju puskesmas Cihara.

Rohidi mengatakan, pihak kepolisian enggan mencampuri atas urusan pribadi kepala desa dan Badri. Karena kedua belah pihak memiliki

“Saya belum tahu sampai ke sana karena dulu gak cocok sama kepala desa maen-maen Facebook. Ini juga mau dijemput. (Diamankan) biar kapok gak liar maen-maen Facebook aja itu,” katanya

Saat dikonfirmasi terpisah, Kaka Badri, Renaldi mengatakan, adiknya tersebut diamankan oleh kepala desa di markas polisi karena merasa tersinggung dengan postingannya di media sosial dan dianggap telah mencemari nama baik kepala desa.

Pihak keluarga membantah bahwa Badri diamakan karena khawatir akan diamuk massa. Hal itu hanya menjadi alasan kepala desa untuk menahan Badri.

“Pencemaran siapa dulu kan pejabat banyak dia minta jalan diperbaiki tapi seolah-olah nama jaro tercoreng. Kalau hari ini gak bebas besok saya mau lapor balik,” katanya.(Hs)

Print Friendly, PDF & Email
  • Bagikan

Channel Liputan4 TV – Live News

Kel. Hj.Rampeani Rachman Gelar Bukber Dan Malam Pisah Bersama Kepala UPBU Timika Syamsuddin Soleman

27
0
0

Desa Bumi daya Dalam Pengelolaan Bumdes patut di jadikan percontohan

45
0
0

Peresmian Usaha Unit Bumdes Maju Bersama Oleh Camat Palas Program one Village one outlet

22
0
0

Trobosan Baru Budidaya Udang Dengan Air Tawar Di Palas

71
0
0