Kalah dari Jatim, Tim Futsal Malut Dipastikan Tersingkir di Grup B

Kalah Dari Jatim, Tim Futsal Malut Dipastikan Tersingkir Di Grup B
Kepala Pelatih Tim Futsal Malut Muhammad Triyoga

TIMIKA | Tim Futsal Jawa Timur berpeluang maju ke semifinal cabang olahraga futsal PON XX Papua setelah pada pertandingan ketiga, Selasa pagi, mengandaskan Tim Futsal Maluku Utara (Malut) dengan skor akhir 4-2.

Pertandingan digelar di GOR Futsal Kabupaten Mimika, Jalan Poros SP2-SP5 Timika, dihadiri ratusan suporter Jatim yang datang ke stadion membawa drum untuk menyemangati tim kesayangannya.


Kedua tim bergabung dalam Grup B bersama juara bertahan PON IX Jawa Barat yaitu Tim Jawa Barat (Jabar) yang sudah mastikan diri lolos ke semifinal, Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Banten.

Tim Jatim yang diasuh pelatih Eko Purbo tampil lepas dan langsung unggul 1-0 pada menit ke-9 babak pertama melalui tendangan keras terukur Singgih Romana Jati.

Berselang semenit kemudian, Jatim kembali unggul melalui sontekan Januardy Ramdhani yang berdiri benas tak terkawal.

Tertinggal dua gol, Tim Malut yang merupakan peraih medali perak PON IX Jabar langsung keluar menyerang.

Kerja keras anak asuh pelatih Mohammad Riyoga itu menuai hasil setelah menjebol gawang Tim Jatim yang dikawal Akhmal Trijayanto.

Hingga babak pertama berakhor, Tim Jatim unggul 2-1 atas Tim Malut.

Memasuki babak kedua, Tim Malut langsung mengambil inisiatif serangan dan berhasil menyarangkan gol ke gawang Tim Jatim melalui sontekan Trifandi Layn pada menot ke-31.

Tersengat dengan gol balasan Tim Malut, Tim Jatim langsung membombardir pertahanan Tim Malut dan mencetak gol ketiga melalui kaki Agung Ma’arif.

Pada menit ke 34, Tim Jatim menambah besar keunggulan atas Malut menjadi 4-2 melalui sontekan Achmad Vicky Irawan.

Kedudukan akhir 4-2 untuk kemenangan Tim Jatim atas Tim Malut tetap bertahan hingga akhir pertandingan.

Dengan hasil itu, Tim Jatim kini mengumpulkan poin 5, hasil sekali menang dan dua kali imbang yaitu melawan Tim Sulsel dengan skor 3-3 dan melawan Tim Banten dengan skor akhir 1-1.

Tim Jatim masih akan bertanding satu kali lagi menghadapi pemuncak Grup B yaitu Tim Jawa Barat pada Rabu (29/9).

Pertandingan Tim Jatim melawan Tim Jabar pada Rabu (29/9) menjadi laga mati hidup bagi Tim Jatim untuk bisa melangkah ke semifinal cabor Futsal PON XX Papua.

Adapun bagi Tim Jabar, hasil itu tidak lagi menentukan karena secara otomatis maju ke babak semifinal setelah pada tiga petandingan sebelumnya selalu meraih kemenangan.

Kekalahan ketiga Tim Malut atas Tim Jatim secara otomatis menutup pintu bagi peraih medali perak PON IX Jabar 2016 itu ke babak semifinal.

Sebelumnya Tim Malut sudah dua kali menderita kekalahan melawan Sulsel dengan skor akhir 0-4 dan kalah telak dari Tim Jabar dengan skor 0-6.

Selain Tim Jatim, tim dari Grup B yang juga masih memiliki peluang melangkah ke babak semifinal yaitu Tim Sulsel yang sejauh ini baru meraih empat poin hasil sekali menang atas Malut, sekali imbang atas Jatim dan sekali kalah atas Jabar.

Pada pertandingan terakhir pada Selasa petang, Tim Sulsel akan menghadapi Tim Banten.

Pelatih Futsal Maluku Utara (Malut), Muhammad Triyoga mengaku kalah 2-4 pada laga kontra Jawa Timur (Jatim) di luar dari ekspektasi.

Sebab, timnya yang sebelumnya meraih medali perak pada PON XIX 2016 lalu itu harus pulang lebih awal pada babak penyisihan Cabang Olahraga (Cabor) Futsal PON XX Papua di GOR SP2, Mimika, Selasa (28/9/2021).

“Ini jadi evaluasi sekaligus harapan kepada manajemen sebab tidak sampai menatap semifinal. Persiapan yang kuat disebabkan oleh struktural. Induk organisasi yang kuat, aspek-aspek yang kuat itu masuk di dalamnya. Mau itu sumber daya manusia, fasilitas, kebutuhan teknis dan non teknis harus matang sebelum menghadapi hari-H,” ujar Yoga dalam konferensi pers usai pertandingan.

Kendati demikian, Yoga mengaku dalam menghadapi tim futsal PON XX Papua 2021, anak asuhannya tidak mengalami kendala berarti dalam persiapan kurang lebih empat bulan.

Hanya saja, persiapan yang matang menurut Yoga, seharusnya dilihat dari aspek di luar teknis.

Dalam kesempatan itu, Yoga enggan membandingkan hasil pertandingan PON XX 2021 dengan PON sebelumnya 2016 lalu di Jabar.

“Waktu itu (PON 2016), itu persiapan kami kurang lebih sembilan bulan. Mulai dari seleksi dan training center. Kita juga lakukan try out uji coba dengan tim profesional di dalam negeri. Tapi sekarang kami kesulitan. Mungkin manajemen juga mau tapi karena situasi (Pandemi Covid-19) jadi serba terbatas bahkan tidak bisa,” katanya.

Meski demikian, sambungnya, manajemen harus cari cara.

Atas situasi ini, Yoga mengaku miris dengan tim jangka panjang.

“Kita harus punya edukasi sistem kepelatihan yang baik, bukan masalah sistemnya, tapi keseluruhan. Itu sangat penting,” ujarnya menambahkan.

Ia juga menyebut edukasi sistem manajemen olahraga dan kepelatihan baik dan benar harus dimiliki para pengurus.

“Apa yang saya katakan ini jadi jembatan media untuk mengedukasi semua pelaku olahraga. Semuanya termasuk pemerintah yang terlibat membiayai. Itu sangat disayangkan. Di Indonesia ini belum,” tandas Yoga.

(redaksi/Papua)