Kadis Pendidikan Lutim Himbau Kepsek Terapkan Prokes Dengan Ketat Di Sekolah

Kadis Pendidikan Lutim Himbau Kepsek Terapkan Prokes Dengan Ketat Di Sekolah

Luwu Timur – Kepala Dinas Pendidikan Luwu Timur (Lutim) tegaskan kepada kepala sekolah untuk konsisten menerapkan Prokes yang ketat pada semua guru dan peserta didik.

Hal itu di sampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan La Besse pada saat rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) yang digelar di SDN 175 Kawarasan Kecamatan Tomoni. Rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) yang  dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Bidang Ketenagaan serta para kepala sekolah SMP dan SD se-Kecamatan Tomoni dan Tomoni Timur. Jum’at, (01-10-2021).

Di kutip dari Sinyal Tajam, pada rapat tersebut Kadis Pendidikan Labesse meminta Kepada Semua Kepala Sekolah yang hadir untuk senantiasa menerapkan Prokes Covid-19 di Lingkup sekolah

“Jadi ada beberapa hal yang dibahas dalam rapat tadi, antara lain, Monitoring dan evaluasi pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT),”kata Labesse

Menurut La Besse berdasarkan pantauan dan informasi dari para kepala sekolah dimana pelaksanaan PTMT di Kecamatan Tomoni dan Tomoni Timur sampai minggu kedua berjalan dengan baik.

“Saya minta para kepala sekolah senantiasa konsisten menerapkan Prokes yang ketat pada semua guru dan peserta didik agar pembelajaran tatap muka terbatas ini dapat terlaksana dengan baik,”tuturnya.

Selain itu pula Labesse, meminta kesiapan semua sekolah, SD dan SMP agar bersiap menghadapi verifikasi lapangan “kabupaten sehat” oleh tim verifikasi pusat minggu depan.

“Jadi semua sekolah harus mempersiapkan diri dikunjungi oleh tim verifikasi dengan memastikan semua lingkungan sekolahnya dalam kondisi bersih dan sehat, termasuk semua sarana dan prasarana terkait pandemi covid 19 dan itu dipastikan lengkap dan berfungsi dengan baik,” ucapnya saat rapat

Sementara ANBK yang di assesmen adalah sekolah, dan pesertanya hanya perwakilan dari siswa kelas 2 SMP (sebanyak 45 orang) dan kelas 5 SD (sebanyak 35 orang) yang ditentukan secara acak oleh kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Adapun tujuannya untuk mendapat informasi tentang kondisi awal tiap sekolah sebagai bahan pemerintah untuk menentukan kebijakan dan intervensi pada masing-masing sekolah,”jelasnya.

Dia juga menjelaskan bahwa Program Sekolah Penggerak (PSP). Luwu Timur termasuk dari 12 kabupaten /kota di Sulawesi Selatan yang terpilih sebagai penyelenggara PSP tahun 2021.

“Sekarang proses pendaftaran oleh masing-masing sekolah secara online ke pusat, adapun sekolah yang terpilih nantinya itu akan mendapatkan pendampingan dari pusat selama 4 tahun, dan tujuannya adalah untuk meningkatkan kinerja sekolah. Program Sekolah Penggerak, ini adalah bagian dari agenda Merdeka Belajar Kementerian Dikbud,” tutupnya