News  

Kades Waluya ajak masyarakat sadar tanggulangi sampah “

Permasalahan sampah yang berserakan menjadi persoalan yang sering kali muncul di lingkungan masyarakat baik di masyarakat perkotaan maupun perdesaan. Hal ini menjadi sebuah permasalahan serius yang perlu penanganan yang sistematis melibatkan semua unsur masyarakat.

Tidak terkecuali terjadi juga di wilayah RT 03 RW 04 Desa Waluya kecamatan Cicalengka. Sampah menumpuk berserakan di sepanjang jalan sampai jembatan selokan cikole Kp. Ciseke yang melebar ke jalan dan menimbulkan bau yang kurang sedap.


Atas inisiasi Danramil Cicalengka beserta Kepala desa waluya dilaksanakan pembersihan sampah yang menumpuk dan berbau tersebut dengan sebuah nama gerakan sabilulungan bersih pada hari jumat tanggal 20 Desember 2019 dimulai pukul 08.00 wib. Dibantu anggota Koramil cicalengka, anggota Polsek cicalengka, satuan polisi pamong praja, tokoh masyarakat, dan unsur masyarakat desa waluya.
Dalam waktu sekitar tiga jam sampah yang menumpuk dan berbau tersebut selesai dibersihkan.

Disela-sela kegiatan sabilulungan bersih tersebut Kepala Desa Waluya yang akrab di sapa “mang Ba a mengatakan di lingkungan desa waluya ada banyak potensi sumber daya manusia lokal yang tersedia tapi perlu di bangun kesadaran tentang bagaimana menanggulangi sampah yang ada. Masyarakat harus di didik dan dilatih bagaimana supaya tidak membuang sampah sembarangan apalagi membuangnya ke sungai. Peran serta pemimpin dan tokoh yang ada di Desa Waluya sangat diperlukan untuk membangun kesadaran tentang bagaimana menanggulangi masalah sampah tersebut, tegasnya.
Program kedepan nya kepala desa akan menyediakan wadah/ tempat pembuangan sampah dibeberapa titik yang tersebar di semua wilayah Desa Waluya dan di pinggir sungai yang dibangun secara permanen. Agar masyarakat terbangun kesadarannya dan akhirnya terbiasa dalam membuang sampah secara benar. Serta akan dibuat mekanisme / sistem pengangkutanya sehingga di harapkan di Desa Waluya tidak ada lagi sampah menumpuk dan berserakan dimana-mana.

KULIAH GRATIS BEASISWA

Program 100 hari pertama masa tugas sebagai kepala desa waluya untuk periode yang kedua ini mang Ba a akan fokus membenahi skill dan kinerja para perangkat desa sehingga para perangkat punya skill yang mumpuni dan bisa menjawab semua permasalahan yang terjadi di masyarakat. Perangkat desa waluya tidak boleh berkata ” tidak bisa ” ketika ada masyarakat yang meminta bantuan permasalahan apapun kepadanya. Dengan kata lain dan penting dimiliki oleh perangkat desa waluya adalah kemampuan lebih dan harus bisa menjaga marwah desa waluya, ungkapnya.

Gerakan sabilulungan bersih ini mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat desa waluya, hal ini seperti yang diutarakan H. Jaju tokoh masyarakat Desa Waluya. ” Saya dan masyarakat Desa Waluya sangat mendukung gerakan sabilulungan bersih ini dan mengapresiasi positif apa yang telah di lakukan kepala desa waluya dengan membersihkan sampah yang menumpuk dan berserakan di sepanjang jalan menuju Kp. Ciseke. masyarakat Desa Waluya sebenarnya sangat merespon positif kegiatan seperti ini hanya perlu cara dan tekhnik pendekatan yang bisa di terima oleh masyarakat dalam menyampaikan dan mengajak mereka, ucapnya.

Semua sampah yang telah di bersihkan di masukan ke dalam karung yang telah di sediakan kepala desa dan rencana nya akan di angkut oleh dinas kebersihan Kabupaten Bandung keesokan harinya….(koes )…