Jembatan Gantung Muaragembong Saksi Sejarah Pernah Dilalui Presiden Joko Widodo : Masyarakat Berharap Jangan Dibongkar

Jembatan Gantung Muaragembong Saksi Sejarah Pernah Dilalui Presiden Joko Widodo : Masyarakat Berharap Jangan Dibongkar

Liputan4.com

Kabupaten Bekasi , 13 Juni 2021


Kecamatan Muaragembong yang terletak dibagian utara Kabupaten Bekasi merupakan daerah yang berbatasan dengan pantai utara, pada januari 2019 presiden joko Widodo meresmikan jembatan penghubung di muragembong, yang mana sebelumnya masyarakat muaragembong hanya memiliki jembatan gantung dan Eretan Perahu untuk menunjang seluruuh aktivitas masyarakat sekitar, jembatan gantung yang di bangun pada tahun 1996 sejak awal keberadaan nya sangat membantu aktivitas masyarakat sehari hari, sebelum nya masyarakat yang menyeberang menggunakan eretan perahu sebagai satu – satu nya alat penyeberangan sungai citarum bagi warga tiga desa di kecamatan muaragembong yaitu Desa Pantai Bahagia, Desa Pantai Mekar dan desa Pantai Bakti. Jembatan Gantung Muaragembong Saksi Sejarah Pernah Dilalui Presiden Joko Widodo : Masyarakat Berharap Jangan Dibongkar

Sejak ada nya jembatan gantung masyarakat sangat merasakan manfaat dari keberadaannya, bagi sendi sendi kegiatan ekonomi, pendidikan dan kegiatan aktivitas masyarakat lain sangat terasa manfaatnya, “masih teringat ketika jembatan gantung di resmikan anak – anak SDN Pantai Bahagia 01 yang dulu masih bernama SDN Sukajaya beramai – ramai uji coba menyebrang jembatan gantung untuk pertama kalinya,” kenang Yati salah seorang warga yang juga alumni SDN Pantai Bahagia 01. Jembatan Gantung Muaragembong Saksi Sejarah Pernah Dilalui Presiden Joko Widodo : Masyarakat Berharap Jangan Dibongkar

Bersamaan dengan masuknya kapal tongkang yang mengangkut alat berat, jembatan gantung muaragembong di putus dan hingga kini belum dipasang kembali, bahkan terdengar kabar jembatan gantung muaragembong akan di bongkar permaneen.

Hal ini sangat meresahkan warga setempat yang masih sangat membutuhkan untuk sarana kegiatan sehari – hari terutama masyarakat sekitar dan anak-anak yang bersekolah di SDN Pantai Bahagia 01 yang berada di sebrang sungai citarum, apa bila harus berjalan memutar melalui jembatan baru sangat jauh bisa 3 km, seperti di sampaikan oleh ibu jubaedah Guru di SDN Pantai Bahagia 01, “Ada wali murid yang mengeluh saat anaknya akan ke sekolah harus berjalan kaki memutar jauh melalui jembatan baru saat jembatan gantung di putus”, ujarnya. Jembatan Gantung Muaragembong Saksi Sejarah Pernah Dilalui Presiden Joko Widodo : Masyarakat Berharap Jangan Dibongkar

sementara pada saat akan masuknya kapal tongkang yang membawa alat berat dan berharap jembatan gantung tetap di pertahankan kerena masih sangat di butuhkan.

Terkait aspirasi masyarakat yang berharap tetap di pertahankan nya keberadaan jembatan gantung kerena masih sangat di butuhkan bagi aktivitas masyarakat sehari – hari, tentunya perlu peran pemerintah daerah untuk menganggarkan biaya perawatan dan perbaikan jembatan gantung agar layak dan aman di gunakan oleh masyarakat yang menyebrang.apa lagi jembatan gamtung muaragembong juga pernah menjadi jembatan kebanggaan masyarakat sekitar selain itu juga jembatan gantung muaragembong pernah menjadi saksi sejarah yang di lalui oleh presiden RI Joko widodo harussnya Jembatan gantung tersebut di rawat dan di lestarikan. (Ics // Cpg)