PASPARAWI XIII SE-TANAH PAPUA

Jelang Idul Adha, Birhasani Optimis Ketersediaan Bapok Aman

Pewarta: Dessy Nathalia Topik: Ekonomi & Bisnis, Kalimantan Selatan
  • Bagikan
Jelang Idul Adha, Birhasani Optimis Ketersediaan Bapok Aman

Liputan 4.com, Banjarmasin-Kami pastikan ketersediaan bapok melimpah, masih cukup dan aman untuk menghadapi Idul Adha, harganya pun masih relatif stabil,” kata Kepala Disdag Kalsel, Drs H Birhasani M.Si, Selasa (6/7/2021).

Meskipun harga relatif stabil, Birhasani mengakui harga ayam potong
di pasaran mengalami kenaikan, yang disebabkan naiknya harga pakan dan keterbatasan bibit ayam.

“Berdasarkan info dua mingguan ini mengalami kenaikan. Dari pedagang bahwa harga beli ayam hidup di tingkat petani mengalami kenaikan yang semestinya paling tinggi Rp21 ribu per kg, kini mencapai Rp26 ribu per kg,” kata Birhasani.

Di sisi lain, walaupun persediaan bahan pokok relatif aman, Birhasani mengatakan pihaknya tetap akan memaksimalkan upaya untuk menjaga kestabilan harga dan mengantisipasi permasalahan distribusi bapok.

Terlebih, saat ini tengah berlaku PPKM darurat di Jawa-Bali, dan Kalimantan Selatan merupakan pintu masuk barang atau komoditas dari luar pulau, untuk kemudian didistribusikan ke Kalimantan Tengah dan Timur.

“Tentunya ini sangat tergantung sekali kepada daerah-daerah di pulau Jawa seperti Jatim, Jateng, Jabar, Jakarta. Dengan diberlakukannya PPKM darurat di beberapa daerah bisa berakibat pada terganggunya distribusi barang dari daerah tersebut khususnya Kalsel dan Kalimantan pada umumnya,” ujar Birhasani.

Tidak hanya distribusi ke Kalimantan, Birhasani pun berharap pasokan barang atau komoditas ke pulau Jawa dan Bali tetap lancar meskipun berlaku PPKM darurat.

“Berdasarkan ketentuan tentang PPKM bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan masalah kebutuhan pokok boleh berjalan 100 persen. Tidak boleh ada larangan karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak, pasar tradisional, terkhusus yang menjual bahan poko silakan tetap berjalan dengan syarat tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan,” kata Birhasani.

Saat ini pasokan barang dari luar Kalsel terutama dari Jawa masih berjalan lancar dan normal. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kepala KSOP diinformasikan bahwa kegiatan bongkar barang/barang masuk Kalsel justru mengalami kenaikan sebesar lebih dari 19 persen dibanding sebelum bulan lalu sebelum diberlakukannya PPKM DARURAT Jakarta, Jawa dan Bali, ini berarti bahwa arus barang masuk ke Kalsel tetap lancar dan aman, termasuk bahan pokok.

Ketersediaan bahan pokok pun melimpah, masih cukup dan aman untuk menghadapi Idul Adha, harganya pun masih relatif stabil.

“pada hari Minggu, 5 Juli lalu saya hadir dalam rapat virtual bersama Dirjen PDN Kemendag RI dalam rangka menghadapi penerapan PPKM Darurat di Jakarta, Jawa dan Bali,” beber Birhasani.

Kadisdag Kalsel ditunjuk mewakili Kalimantan sebagai Narasumber untuk menyampaikan laporan kondisi ketersediaan Bapok dan perkembangan harganya, serta memberikan masukan guna mengantisipasi terjadinya permasalahan distribusi barang dan kenaikan harga Bapok, ujar Birhasani.

Kalimantan Selatan sebagai pintu masuknya barang dari luar provinsi seperti Jawa, Bali dan lain-lain yang kemudian barang-barang tersebut didistribusikan ke Kalteng dan sebagiannya ke Kaltim, tentunya sangat tergantung sekali kepada daerah-daerah di pulau Jawa seperti Jatim, Jateng, Jabar, DIY maupun Jakarta, sehingga dengan diberlakukannya PPKM DARURAT tersebut bisa saja berakibat pada terganggunya distribusi barang dari daerah tersebut ke Kalsel dan Kalimantan pada umumnya, “oleh sebab itu saya meminta Kemendag segera melakukan koordinasi dengan daerah di pulau Jawa, guna mengantisipasi sedini mungkin terjadinya hambatan distribusi barang antar pulau, demikian pula semua Pemprov di Kalimantan harus melakukan upaya agar barang yang dikirim ke daerah Jawa tetap berjalan lancar, agar kebutuhan masyarakat di Jakarta, Jawa, Bali tetap dapat dipenuhi meski dalam kondisi PPKM darurat,” harapnya

Sesuai ketentuan tentang PPKM bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan masalah kebutuhan pokok boleh berjalan 100% , tidak boleh ada larangan karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak, pasar tradisional, terkhusus yang menjual bahan Pokok silahkan tetap berjalan dengan syarat tetap konsisten menerapkan Prokes.

Disini peran Pemda Kabupaten/kota sangat diperlukan untuk mengatur, mengawasi dan tentunya melengkapi fasilitas Prokes di pasar-pasar tradisional, seperti tempat cuci tangan, himbauan-himbauan untuk pakai masker, jaga jarak, ini sesuai dengan UU 23/2014 yang mengajarkan bahwa pengelolaan dan pembinaan pasar adalah kewenangan Pemda Kabupaten/kota, termasuk pasar tumpah, tutup Birhasani.

Print Friendly, PDF & Email
  • Bagikan