JCW Resmi Laporkan Dugaan Penyimpangan Dana Kegiatan Penanggulangan Bencana 12 Desa di Tlanakan

Jcw Resmi Laporkan Dugaan Penyimpangan Dana Kegiatan Penanggulangan Bencana 12 Desa Di Tlanakan

Liputan4.com, Pamekasan-Realisasi Dana kegiatan penanggulangan bencana dan penanganan keadaan darurat 12 desa di Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Diduga ada penyimpangab dan terindikasi tindak pidana korupsi.

Dana kegiatan tersebut yang 12 Desa yang berada di Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan yang bersumber dana dari Dana Desa (DD) Tahun 2020.


“Dana tersebut sebesar Rp5.608.741.450,00 yang bersumber dari Dana Desa sudah resmi saya laporkan ke Satreskrim Polres Pamekasan,” kata Abdurrahem Ketua Koordinator Investigasi dan Pengawas JCW Jawa Timur, Jumat (29/1/2021).

Rahem menjelaskan, bahwa dalam realisasi kegiatan penanggulangan bencana dan penanganan keadaan daruratarurat 12 desa di Kecamatan Tlanakan diduga terindikasi tindak pidana korupsi secara berjemaah dan harus dipertanyan di alokasikan untuk apa saja.

Dari hasil investigasi oleh Tim JCW Jawa Timur dan juga dari laporan masyarakat pada 12 desa di Kecamatan Tlanakan mengatakan, diduga tidak ada bantuan berupa masker dan penyemprotan di tiap-tiap desa untuk penanggulangan Covid-19.

“Secara keseluruhan semua Kepala Desa menggunakan dana anggaran dari Dana Desa untuk kegiatan penanggulangan bencana dan penanganan keadaan darurat. Pada dasarnya di setiap Desa dana tersebut tidak seluruhnya dialokasikan,” jelasnya.

Rahem menambahkan kalau data laporannya sebagai data permulaan. Ia nantinya akan menyerahkan bukti pembanding ke penyidik Satreskrim Polres Pamekasan untuk berjalannya proses hukum lebih lanjut.

“Laporan realisasi dana itu harus sasuai dengan realita, jangan sampai yang di laporkan kementerian desa tidak sesuai dengan realisasinya. Sekarang muncul masalah diduga ada penggelembungan anggaran untuk penanggulangan bencana Covid-19. Ada laporan keuangan desa, uang tersebut hanya diserap saja realisasi sarana tidak ada,” ujarnya.

Camat Tlanakan, Muttaqin menyampaikan, realisasi dana penanggulangan bencana sudah tersalurkan semua. Ia mengaku laporan keuangan dari program penanggulangan bencana sudah ada ditangannya. Saat disinggung dana tersebut direalisasikan untuk apa, ia mengatakan untuk sarana antisipasi Covid-19 yang nominalnya relatif kecil.

“Dana penanggulangan bencana bentuknya BLT DD. Yang saya tau semua tersalur sesuai ketentuan mas. Selain BLT ada pengadaan masker, nilainya relatif kecil dan laporan yang saya terima semua sudah terealisasi. Bukti fisik ada di desa masing-masing mas,” saat dihubungi melalui via chat WhatsApp, Jumat (29/1/2021).

Sementara, Kepala Desa Mangar, Fahrurrosi saat dihubungi untuk konfirmasi terkait dugaan penyimpangan realisasi dana penanggulangan bencana yang bersumber Dana Desa melalui via WhatsApp dichat kontaknya hanya centang satu. Selain itu Kepala Desa Kramat, H. Robbi Sugara waktu dihubungi juga melalui WhatsApp hanya dilihat dan dibaca saja.