JCW Kembali Usut Proyek Pavingisasi Desa Banban Yang Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi

IMG 20201119 WA0130

Liputan4.com, Pamekasan-LSM Jatim Corruption Watch (JCW) Jawa Timur kembali mengusut pekerjaan proyek pavingisasi di Dusun Kokap, Desa Banban, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Dalam pekerjaan tersebut terkesan tidak serius dan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknik yang ada.

Ketua Korwil Kabupaten Pamekasan, LSM Jatim Corruption Watch (JCW) Jawa Timur, Abdurrahem mengatakan berdasarkan laporan masyarakat Dusun Kokap dan hasil dari investigasi ke lapangan, bahwa dalam pekerjaan proyek pavingisasi tersebut dikerjakan dengan asal-asalan.

“Saat dipantau ke lapangan terlihat hasil dari pekerjaan proyek tersebut nampak pemasangan pavingnya tidak rata banyak yang bergelombang. Hal tersebut diakibatkan karena pemadatan pasir itu tidak padat dan ketebalan pasir pemadatan tidak sama sehingga pasangan paving banyak yang bergelombang dan juga kualitas pavingnya jelek,” kata Abdurrahem saat diwawancarai, Kamis (19/11/2020).

Pihaknya akan melaporkan ke Inspektorat Kabupaten Pamekasan, dan kalau nanti hasil pemeriksaan dari Inspektorat ada indikasi penyimpangan. Ia secara tegas mengatakan akan melaporkan ke penegak hukum.

“Bahkan dilokasi pekerjaan tidak terpampang papan nama proyek sehingga proyek tersebut melanggar undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik (KIP). Sehingga masyarakat Dusun Kokap tidak tau bahwa proyek tersebut dari instansi mana dan anggarannya berapa,” jelasnya.

Tambah Rahem, hal sederhana untuk melihat dugaan penyimpangan tersebut melalui ketidak sesuaian prosedur administrasi pelaksana proyek.

“Hasil pelaksanaan kegiatannya yang semakin berkurang keberadaannya baik kualitas dan kuantitasnya. Ini tentu sangat kontradiksi dari prosedur pelaksaan yang di atur sesuai juklak dan juknis yang ada sebagai acuan pelaksanaan di lapangan,” ungkapnya.

Atas upaya sistematis yang dilakukan oleh oknum Tim pelaksana dan institusi yang terlibat tersebut dengan keberadaan hasil pekerjaan tersebut di duga kuat dilakukan melaui korporasi.

“Dalam hal itu, dapat diakibatkan karena lemahnya pengawasan dari konsultan pengawas dan juga dari pejabat pembuat kometmen (PPK) dari instansi terkait. Sehingga hasil pekerjaan proyek pavingisasi yang ada Dusun Kokap, Desa Banban, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan tidak maksimal atau amburadul,” paparnya.

Pada saat mau melaksanakan pekerjaan proyek pavingisasi di Dusun Kokap, Desa Banban, Kecamatan Pakong. Pelaksana proyek tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada kepala desa Banban.

“Bahkan Kepala Desa Banban mengatakan bahwa pekerjaan proyek pavingisasi itu dikerjakan asal-asalan atau amburadul,” tutupnya.

Print Friendly, PDF & Email
KONTEN SPONSOR

Leave a Reply