PPDB KOTA MEDAN 2022

Jabat Kepala Distrik Baru di Hoya, Manase Omaleng: Program Lapter Akan Diperjuangkan

Jabat Kepala Distrik Baru Di Hoya, Manase Omaleng: Program Lapter Akan Diperjuangkan
Kepala Distrik Hoya Manase Omaleng S.ip bersama para Tokoh Masyarakat dan (FPHS)

TIMIKA | Salah satu putra Amungme  yang menjabat Kepala distrik Hoya menggelar syukuran atas jabatan yang bakal Ia Emban sebagai kepala Distrik Hoya sebelum bertugas di tempat yang baru menggantikan Kadistrik Lama.

Syukuran yang digelar sekaligus dengan acara adat Bakar Batu itu dihadiri juga oleh Forum Peduli Hak Sulung (FPHS) Tsingawarop dan sejumlah masyarakat seksligus dirangkai dengan prosesi serahterimah jabatan dari  Kadistrik lama Karel Kum kepada  Kadistrik yang baru Manase Omaleng, Si.P. pada Selasa, (21/6/2022).


Saat di konfirmasi Manase Jangkup  Omaleng, Si.P siang tadi  usai  digelarnya acara tersebut  di kediaman Keluarga besar Jangkup mil 32.   Menase selaku Kadistrik yang baru mengatakan bahwa acara yang digelar hari ini bentuk dari ucapan rasa syukur sekaligus memohon doa restu dari orang tua  dan para leluhur baik hidup maupun yang sudah tidak ada.

“ Acara  ini bentuk dari rasa syukur atas jabatan yang baru sekaligus dengan acara serah terima jabatan antara Kadistrik baru dan lama, ” ujar Manase.

Selain acara syukuran kata Dia, sebagai kadistrik baru di distrik Hoya kami akan fokus menjalankan patok yang sudah dijalankan mantan kadistrik lama sehingga itu juga bagian dari tanggung jawab kami untuk menyambung program-program yang sudah dijalankan oleh kadistrik lama.

“untuk itu guna memulai langkah awal sebagai Kadistrik, kami akan  lakukan sesuai dengan program beliau (Kadistrik Kama) agar yang  berjalan  dapat diselesaikan. Terus yang kedua nanti kami juga akan kawal program-program  dari pemerintah daerah yang akan dikerjakan dalam tahun ini,  yaitu salah satunya program BTS dari dinas kominfo dimana akan dibangun 6 Kampung  (BTS) di Hoya supaya masyarakat yang ada di kampung itu bisa menikmati jaringan Telkomsel itu yang juga akan kami  kawal, ” ujarnya.

Selain itu, Lanjut Dia, kami juga akan kawal program yang sudah sudah berjalan di tahun lalu tetapi saat ini  macet yakni,  (Lapter) karena lapangan terbang ini salah satu tolak ukur untuk pembangunan dan penunjang ekonomi masyarakat. Kalau  Lapter tidak ada susah untuk pelayanan, karena di  dlistrik Hoya semua serba mengunakan tranportasi udara.

“Semua penghubung untuk pembangunan di Hoya khususnya distribusi yaitu tidak ada transportasi darat tapi semua itu dari udara, jadi selama ini masyarakat bisa naik dan  turun itu mereka pakai helikopter, bahkan kasian  mereka harus sistim charter , nilainya satu  kali terbang itu 60 sampai 70 juta,  balik kembali ke Timika sama pula 60 atau 70 juta maka satu kali pulang balik itu bisa mencapai 100 juta sampai  150  juta,” ungkapnya.

Dengan begitu,  Menase mengharapkan  bantuan dan dukungan dari pemerintah Kabupaten Mimika agar  dalam program tahun ini atau mungkin di tahun depan  2023 difokusan untuk  untuk pembangunan lapter.

“Kalau Hoya sudah Memiliki Lapter tentu masyarakat tidak merasa sulit naik turun dengan biaya yang begitu besar. Dan juga masyarakat akan terbantu, tidak harus ke kampung tetangga untuk mencari tranportasi, ” akunya.

 

Print Friendly, Pdf & Email

Penulis: redaksi