"MARI SIAPKAN JIWA RAGA UNTUK MENJEMPUT KEAGUNGAN LAILATUL QADAR DAN KITA SEMUA MENJADI PILIHANNYA UNTUK MENDAPATI RAHMAT DAN MAGFIRAH-NYA DAN KEMBALI MENJADI HAMBA YANG DIKASIHI. MARHABAN YA RAMADHAN.""JIKA HATI SEPUTIH AWAN, JANGAN BIARKAN IA MENDUNG. JIKA HATI SEINDAH BULAN, HIASI DENGAN SENYUMAN. MARHABAN YA RAMADHAN. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA."

Ipmado Se-Jawa dan Bali: Pemda Wajib Untuk Turun ke Tiap Kota Studi

  • Bagikan
Ipmado Se-Jawa dan Bali: Pemda Wajib Untuk Turun ke Tiap Kota Studi

Ikatan pelajar dan mahasiswa/I Deogiyai (Ipmado) se-Jawa dan Bali menggelar rapat koordinasi online via video conferece WhatsApp pada hari Senin, (9/11/2020). Dalam rapat ini Ipmado se-Jawa dan Bali membahas aksi Perjuangan Dana Pendidikan dan BLT Covid’19.

Dalam rapat disinggung perihal kebijakan penyaluran dana pendidikan (TA dan pemondokan) yang dinilai memaksakan kehendak pelajar dan mahasiswa Dogiyai yang berkehendak Pemda wajib turun ke tiap kota studi dan BLT Covid’19 yang penyalurannya belum tuntas.

Rapat koordinasi o nline ini, dihadiri oleh pengurus Ipmado Jakarta, pengurus Ipmado Bogor,pengurus Ipmado Bandung, pengurus Ipmado Yogyakarta-Solo, pengurus Ipmado Semarang-Salatigaa, pengurus Ipmado Surabaya, pengurus Ipmado Malang, pengurus Ipmado Bali, serta pengurus Ipmado se-Jawa dan Bali.

Hasil dari rapat tersebut berbentuk pernyataan sikap yang akan diteruskan kepada Bupati
Kab. Dogiyai, Kepala Dikpora Kab. Dogiyai, Kantor Pos Indonesia cabang Nabire dan Dogiyai, dan DPRD Kab. Dogiyai.

Seluruh pelajar, mahasiswa, pengurus Ipmado tiap kota studi, pengurus Ipmado se-Jawa dan Bali akan turun ke Kantor Penghubung Papua di Jakarta dan akan melakukan konferensi pers dan siaran pers disosial media serta bekerja sama dengan situs berita online.

Pernyataan sikap yang disimpulkan dalam rapat online tersebut diantaranya sebagai berikut:
1. Penyaluran dana pendidikan (TA dan pemondokan) memaksakan kehendak pelajar, mahasiswa dan pengurusnya di seluruh Jawa dan Bali.
2. Kehendak seluruh pelajar, mahasiswa, dan pengurus Ipmado se-Jawa dan Bali bahwa Pemda Dogiyai harus Turun ketiap kota studi.
3. Tanpa alasan apapun, pemda salurkan dana pendidikan seperti tahun-tahun sebelumnya dengan turun ketiap kota studi.
4. Seluruh pelajar, mahasiswa dan Ipmado tiap kota studi serta Ipmado se-Jawa dan Bali menunggu kedatangan Pemda Dogiyai dalam jangka waktu 1 minggu.
5. Jika dalam waktu 1 minggu Pemda Dogiyai tidak turun ketiap kota studi maka kami akan turun ke Badan Penghubung Papua serta menggelar demonstrasi di Kabupaten Dogiyai
6. Segera evaluasi dan salurkan BLT Covid’19 secepatnya secara tepat karena penyalurannya tidak merata. Kota-kota studi melaporkan banyak anggotanya belum mendapatkan bantuan tersebut.

 

Print Friendly, PDF & Email
  • Bagikan

Channel Liputan4 TV – Live News

Kel. Hj.Rampeani Rachman Gelar Bukber Dan Malam Pisah Bersama Kepala UPBU Timika Syamsuddin Soleman

27
0
0

Desa Bumi daya Dalam Pengelolaan Bumdes patut di jadikan percontohan

45
0
0

Peresmian Usaha Unit Bumdes Maju Bersama Oleh Camat Palas Program one Village one outlet

22
0
0

Trobosan Baru Budidaya Udang Dengan Air Tawar Di Palas

71
0
0