Internet Masuk Desa Kaeneno, Kades Dan Warga Sampaikan Terimakasih Untuk Gubernur NTT

Internet Masuk Desa Kaeneno, Kades Dan Warga Sampaikan Terimakasih Untuk Gubernur Ntt

Ket Foto. Kepala Desa Kaeneno dan Gubernur NTT (Kiri) Tower Telkomsel yang sudah dibangun di desa Kaeneno (Kanan)

Liputan4.com, Soe-TTS.


Desa Kaeneno, Kecamatan Fautmolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dibawah pimpinan Gusty Fallo mengalami perkembangan signifikan dalam pembangunan infrastruktur.

Hal ini berkat komunikasi dan koordinasi yang dilakukan sang kepala desa hingga mendatangkan berbagai bantuan pemerintah masuk desa tersebut. Tak tanggung-tanggung untuk mendapatkan bantuan, sang kades bertemu langsung Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

Bulan Maret  2021 lalu, Desa Kaeneno mendapatkan meteran  listrik dari Gubernur NTT Viktor. Pemasangan meteran listrik dilakuan pada bulan Juli dan sudah dinikmati masyarakat.

Lagi lagi sang Kades menemui Gubernur Viktor dengan maksud berterima kasih karena masyarakat sudah nikmati listrik. Dalam bincang bincang di ruang kerja Gubernur, Kades Gusty minta Tower karna desanya kesulitan jaringan internet.

Permintaan tersebut direspon Gubernur yang mana  satu Minggu kemudian dilakukan survey lokasi dan dilanjutkan dengan Pembangunan tower bulan November 2021.
Pekerjaan sudah selesai dan mulai  beroperasi sejak Kamis 6 Januari 2022.

Kepada media ini Gusty mengungkapkan rasa terima kasih kepada Gubernur VBL yang begitu perhatian dengan pembangunan di desa Kaeneno.
Terkait akses internet, Gusty mengaku selama ini Desa Kaeneno  tidak memiliki akses internet atau blank spot.

Karna itu dirinya merasa perlu memperjuangkan hal tersebut demi kepentingan masyarakat terutama pelajar yang ada di wilayah desa Kaeneno.
” Jaman sudah maju dan dengan adanya perkembangan teknologi maka perlu Jaringan internet untuk mengakses berbagai informasi. Saya harap ini juga membantu anak sekolah dan guru dalam belajar”,ujar Gusty Sabtu 8 Januari 2022.

Desa Kaeneno terdapat 2 PAUD, 1 SD, 1 SMP dan 1 SMA. Dengan adanya jaringan internet diharapkan kegiatan belajar mengajar bisa dilakukan secara online.

Dirinya juga tak lupa berterima kasih kepada penyedia menara, PT Dayamitra Telekomunikasi dengan operator telekomunikasi PT Telekomunikasi seluler( Telkomsel) dan mitra pelaksana pembangunan PT Dentra Mitra Abadi.

Sementara Koordinator SMP Fautmolo kelas jauh Kaeneno, Yakobus A.Nenoliu diwawancarai mengaku senang karna jaringan  internet sudah masuk  desa sehingga tentunya akan memudahkan masyarakat mengakses berbagai informasi.

Menurutnya selama Pandemi covid 19, pihaknya sangat kesulitan dalam melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

” Kami kesulitan saat sekolah dihentikan karna covid. Siswa diharuskan Belajar Dari Rumah (BDR) sementara karna belum adanya jaringan internet, kami harus keliling rumah yang jaraknya berjauhan”, papar Yakobus.

Ia lantas mengapresiasi langkah Kades Kaeneno yang berjuang dan bertemu langsung Gubernur NTT perihal jaringan internet.

“Internet jadi  kebutuhan kami di dunia pendidikan. Trimakasih pak Kades dan Pak Gubernur NTT”,tandasnya.

Untuk diketahui,sejumlah desa terpencil di 16 kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya kini bisa menikmati akses internet. Sebelumnya sejumlah desa tersebut tidak memiliki akses internet atau blank spot.

Melalui komunikasi Gubernur NTT dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, akhirnya
Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (BAKTI Kominfo) menuntaskan pembangunan 405 base transceiver station (BTS) dan 16 repeater ada di NTT.(Sys)