Integritas Kejari Jeneponto Bertaring, Aktivis : Apa Kabar Dinas Pertanian Jeneponto?

Reporter: Basir Hasgas Topik: Ekonomi & Bisnis, Sulawesi Selatan
  • Bagikan
Integritas Kejari Jeneponto Bertaring, Aktivis : Apa Kabar Dinas Pertanian Jeneponto?

Liputan4.Com,Jeneponto_  Pasca penetapan tersangka oknum penerima gratifikasi dana DAK 2019 diknas kabupaten Jeneponto, integritas Kejaksaan Negeri Jeneponto jadi tumpuan penegakan hukum di butta Turatea.

Kabar yang gemparkan publik itu tuai apresiasi bagi APH Kejari dalam komitmen berantas para mafia korup anggaran negara, dampaknya sejumlah kasus yang mandek terkesan kebal hukum kembali di sodorkan sejumlah aktivis ke APH untuk di tinjau,13/11/21.


Seperti Aliansi Media Tim CONDA kembali lakukan kelengkapan data beberapa kasus dinas pertanian kabupaten Jeneponto, sorotan dugaan praktik gratifikasi pengadaan alsinta, data penerima bantuan alsinta, bantuan bibit dan alsintan pasca panen serta kesesuaian data kelompok tani dengan lahan yang dimiliki di setiap distribusi bantuan bibit.

” Banyak data lama kita pegang, informasi beberapa gapoktan dan KTNA yang menjadi rujukan pengajuan ke Kejaksaan untuk di tinjau, juga beberpa kelompok tani juga siap berikan data yang selama ini terdiskriminasi, ini sementara jadi fokus kami ” ucap Lukman divisi Data.

Bukan rahasia lagi banyaknya dugaan gratifikasi segala bentuk distribusi di dinas pertanian kabupaten Jeneponto, pihak terkait juga irit bicara dan tertutup soal data yang mereka pegang dalam artian tidak transparan, tentunya ini mendorong gerak investigasi secara mahsif.

Kordinator tim CONDA Hasgas mengapresiasi kinerja Kejari dan berharap laporan sejumlah kasus dugaan yang ada di dinas pertanian dapat ditinjau bagian intel untuk kroscek data tahun 2018,2019,dan 2020.

” Kita juga sudah kordinasi dengan ketua pusat Komando Kawasan Terpadu Pemuda Tani Indonesia (KKT-PTI), banyak hal kami bahas cuma kami fokus saja di wilayah investigasi dan ketua pusat Daeng Jamal respon kita dengan baik, ” ucap HS.

Menurut Tim Aliansi Media ini ada beberapa nama yang di sodorkan hasil investigasi dari penerima bantuan dan penjualan alsinta, banyak dugaan diantaranya jika keberadaan sejumlah ansintan yang di distribusi tidak lagi di tangan penerima yang sah,juga tidak sesuainya jumlah yang diterima bantuan bibit kelompok tani dengan berita acaranya, itu saja dulu ,” ucap HS.

 

Print Friendly, Pdf & Email
  • Bagikan