Ini Penjelasan Kacab Disdik Sukabumi Pemprov Jabar Soal Wajib Bayar SPP Ditengah Pandemi Covid – 19

SUKABUMI – Menyikapi keluhan sejumlah orang tua murid terkait kewajiban pembayaran SPP ditengah pandemi Covid – 19, dinilai wajar. Pasalnya, kewajiban pembayaran SPP di sejumlah SMA dan SMK di Kota Sukabumi tersebut dibenarkan sesuai surat bersifat biasa dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) Nomor 422.4/4460-Set.Disdik, namun tetap terdapat adanya pengecualian.

Demikian dikatakan Kepala Kantor Cabang Disdik wilayah V Kota Kabupaten Sukabumi, Nonong Winarti, dijelaskan dalam surat tersebut agar setiap Kepala SMA/SMK/SLB untuk mempertimbangkan pembiayaan penyelenggaraan pendidikan yang bersumber dari masyarakat selama masa darurat penyebaran Covid – 19 untuk memberikan kemudahan terhadap orang tua peserta didik yang tidak memiliki penghasilan tetap atau terdampak secara ekonomi akibat Covid – 19.


“Dalam butir 3 disebutkan bahwa pihak sekolah harus menginventarisir orang tua peserta didik yang tidak memiliki penghasilan tetap atau terdampak secara ekonomi akibat Covid – 19, untuk mendapat prioritas fleksibilitas dalam memenuhi kewajiban pembayaran iuran bulanan peserta didik (IBPD),” katanya.

Ditemui di ruang rapat Kantor Cabang Disdik Wilayah V Kota Kabupaten Sukabumi di Jalan Pabuaran Nyomplong Kota Sukabumi, Selasa (5/5/2020), lanjut Nonong, fleksibilitas yang dimaksud adalah baik berupa waktu pembayaran, pengurangan besaran, dan bahkan bisa saja pembebasan pembayaran sesuai dengan kondisi real orang tua murid yang benar – benar terdampak virus corona.

“Kewajiban membayar SPP disituasi saat ini, bersifat situasional atau disesuaikan dengan kemampuan orang tua didik saat ini, jadi jika tergolong mampu maka dipersilahkan untuk membayar, namun jika sebaliknya maka jangan dipaksakan untuk membayar,” ungkapnya.

Nonong menghimbau agar pihak sekolah baik SMA, SMK serta SLB agar dapat mengkomunikasikan dengan baik dan benar, sehingga dapat difahami oleh para orang tua didik dan tidak kemudian menjadi multi tafsir. Pasalnya, membangun komunikasi yang baik dinilai mampu mengatasi berbagai persoalan di masa pandemi Covid – 19 khususnya sektor pendidikan.

“Kami berharap, baik pihak sekolah maupun orang tua murid agar sama – sama membangun komunikasi yang baik, sehingga jika ada yang tidak dimengerti atau di fahami, maka dapat diluruskan atau dicari solusinya dengan baik,” imbaunya.

Sekedar informasi, disituasi darurat Covid – 19 ini, pemerintah menegaskan bukan meliburkan aktivitas sekolah atau kegiatan belajar mengajar (KBM), melainkan meminta agar pelajar disemua tingkatan untuk tetap belajar dirumah dengan cara online tapi tidak kemudian merubah kurikulum yang ada.

“Hasil survei yang dilakukan Kantor Cabang Disdik Wilayah V Kota Kabupaten Sukabumi, khususnya Kota Sukabumi, bahwa KBM di rumah secara online dinilai nyata adanya atau ter implementasikan, hal ini sesuai dengan prosentase sebesar 82 persen,” pungkasnya.(Rahmat)