Ini Hambatan Petani Kecamatan Kalaena Hingga Turunnya Hasil Produksi Pertanian

Luwu Timur –Hambatan para petani di Kecamatan Kalaena adalah kekurangan Alsinta pertanian, keterlambatan petani memperoleh pupuk serta hama tikus yang susah di kendalikan.

Abdul Hamid ketua Kelompok Tani menyampaikan turunnya produksi padi pada musim ini dipengaruhi oleh keterlambatannya petani untuk memperoleh pupuk serta, hama tikus yang tidak dapat dikendalikan.


“Petani saat ini masih kekurangan Alsinta selain itu keterlambatan pupuk penyebab petani kurang produksi terlebih lagi hama tikus yang susah di kendalikan sehingga menyebabkan turunnya hasil produksi”, ujarnya (1/12/2022).

Senada di ungkapkan oleh Camat Kalaena yang diwakili Sekretaris Camat Kalaena Andi Irfan dalam membuka kegiatan tudang sipulung beberapa waktu lalu di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kalaena.

Andi Irfan menyampaikan problem Dalam keterlambatan waktu penanam yang tidak serentak serta kepastian Harga Gabah yang tidak menentu.

” Masyarakat masih kental dengan budaya dan kearifan lokal dikalangan pertanian, dalam melakukan penanaman .Kekurangan Alsintan ( Doser Padi ) di kalangan pertanian yang menyulitkan masa panen, kebanyakan Alsintan yang beroperasi di kecamatan Kalaena itu Dari Luar Daerah Luwu Timur.
Tudang Sipulung ini untuk membahas permasalahan pertanian secara umum dan memberikan solusi secara baik di tingkat petani”, Tutur Andi Irfan, (pada kegiatan tudang sipulung)

KULIAH GRATIS BEASISWA

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang diwakili Kepala Bidang Pertanian, Rahmatullah, S.P dalam tudang sipulung beberapa waktu lalu menyampaikan terkait Turunnya hasil panen petani. Penyuluh Pertanian Telah dilakukan pendaftaran lahan melalui aplikasi Poligon sebagai acuan proposal dan RDKK.

“Diharapkan untuk musim tanam ditahun 2023 dan kesediaan Saprodi berupa pupuk dalam pengimputan RDKK ini dapat maksimal, sehingga Petani tidak kekurangan Pupuk dan tepat waktu dalam pemupukan. PPL juga dapat memberikan ke petani pupuk organik dan pupuk yang terbuat dari Limbah dapur”, ungkap Rahmatullah, S. P

Paket Tehnologi Intensifikasi Padi Masa Tanam : Oktober – Maret 2022-2023
I. Varitas anjuran antara Lain
a. Umur Sedang : Cisantana dan sejenisnya
b. Umur Genjah : Cigeulis, Mekongga, Ciherang, dan Inpari 4,7,21,30,32,33,37,42,44,49
II. Varitas yang tidak dianjurkan ( Varitas Pemicu Wereng Coklat ) : Cisadane, Ealanae, 1.1, Cisanggarung, Ciliwung dan Ketan.
III. Sistem Tanam
a. Tanam Pindah ( Jajar Legowo,,Tegel, SRI)
b. Tanam Pindah dengan mesin tanam Transpalantar
c. Tabela
IV. Kebutuhan Benih :
a. Jajar Legowo : 30 Kg/Ha
b.Tapin/tegel : 25 Kg/Ha
c. Pola SRI : 5 – 8 Kg/Ha
d. Tabela : 35 – 40 Kg/Ha
e. Mesin tanam Transpalantar : 35 Kg/Ha
V. Waktu Tanam
Butir kegiatan Varitas Sedang
– Hambur : 14 $/& 21 Januari 2023
– Tanam. : 26 Januari s/& 06 Februari
– Tabela : 22 $/& 28 Januari 2023
Panen : 13 Mei 2023 sampai selesai