Idris Minta Polisi Ungkap Kasus Pembajakan Akun Medsos Pemkot Depok

Idris Minta Polisi Ungkap Kasus Pembajakan Akun Medsos Pemkot Depok

DEPOK, Liputan4.com | Wali Kota Depok Mohammad Idris merespons soal akun Twitter Pemkot Depok yang me-retweet unggahan ajakan berburu keluarga penembak laskar FPI. Idris meminta polisi bisa segera mengungkap peretasnya.

Pekan lalu Idris menyebut akun resmi Twitter Pemkot Depok itu diretas.
Untuk itu, Idris mempersilakan pihak kepolisian memeriksa kasus ini. Dari pemeriksaan itu, Idris berharap peretas akun Twitter Pemkot Depok dapat terungkap.


“Sudah ditangani polisi, berharap bisa mengungkap segera kebenarannya,” paparnya.

Ia pun menyebut, saat ini polisi mempunyai kepentingan untuk memeriksa dan Pemkot Depok tidak akan menghalang-halangi.
“Silakan diperiksa. Informasi seperti ini dari mana, awalnya bagaimana, itu yang akan ditanyakan. Nanti akan ketahuan pelaku siapa yang hack akun itu,” jelas Idris.

Terakhir, Idris meminta pelaku yang meretas akun Twitter Pemkot Depok mendapat hukuman sepadan. Hal ini lantaran perbuatan peretas merupakan kejahatan teknologi yang tidak bisa didiamkan.

Sebelumnya, Polres Metro Depok menyelidiki terkait akun resmi Twitter Pemkot Depok yang me-retweet ajakan berburu keluarga polisi pembunuh anggota FPI.

Polisi memeriksa enam orang yang menjadi admin media sosial Pemkot Depok di bawah Dinas Informasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes dalam keterangannya mengatakan, pihaknya memeriksa admin Twitter Pemkot Depok dengan mendatangi Balai Kota Depok usai munculnya adanya retweet ajakan memburu keluarga Polisi pembunuh anggota FPI.
Yogen mengatakan, pihaknya tidak melakukan pemanggilan, tapi dengan cara mendatangi sejumlah pihak untuk dimintai keterangannya soal Twitter Pemkot Depok.

“Terkait pemeriksaan akun (Twitter Pemkot Depok), Diskominfo yang me-retweet pemberitaan terkait masalah memburu polisi pembunuh FPI, kita sudah lakukan pemeriksaan langsung ke sana. Kita tidak memanggil, jadi langsung ke sana penyidik krimsus,” kata Yogen.

(Mch)

Print Friendly, Pdf & Email