Aceh  

Ibadah Qurban Melahirkan Solidaritas dan Kepedulian Sosial

Ibadah Qurban Melahirkan Solidaritas Dan Kepedulian Sosial
STIK FAMIKA

PIDIE JAYA I LIPUTAN4. COM- Pelaksanaan ibadah qurban di bulan Zulhijjah ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pengorbanan dan bterhadap sesama. Sebab, pandemi Covid-19 telah berdampak pada ekonomi dan sosial masyarakat. Kita mengetahui bahwa masih banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita, kiranya amal ibadah dan pengorbanan kita dapat menunjang kehidupan harmonis baik antar sesama dalam masyarakat. Kita harus belajar dari kisah nabi Ibrahim dalam totalitas pengorbanan dan pengabdian kepada Allah Swt.

” Diantara pelajaran yang dapat dipetik dari kisah nabi Ibrahim berkaitan dengan ibadah qurban dimana berkat takwa, sabar dan tawakal serta ketundukan total yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim dan Isma’il, Allah.Ibadah qurban juga merupakan momentum untuk menumbuhkan jiwa sosial dan kemanusiaan serta menumbuhkan semangat ukhuwah dan persatuan. ,” kata Tgk Zahari Abdullah, S. Ag selaku Sekretaris PCNU Pidie Jaya, Sabtu, (1/8/2020).


Tgk. Zahari menyebutkan saat ini di tengah pandemi covid-19 dan berbagai problem hidup, marilah kita meneladani apa yang diteladankan oleh Nabi Ibrahim dan Isma’il ketika diuji oleh Allah dengan ujian yang sangat berat tersebut.

“Berkat ketakwaan, sikap sabar, tawakal, keteguhan hati dalam menjalankan perintah Allah dan ketundukan yang total kepada-Nya, Nabi Ibrahim dan Isma’il pada akhirnya mendapatkan jalan keluar dan pertolongan dari Allah subhanahu wa ta’ala,” ajaknya yang juga pernah menjadi Kepala KUA Bandar Dua, Pidie Jaya.

Tokoh masyarakat Bandar Dua itu menambahkan, sungguh sangat berbahagialah mereka yang mempergunakan kesempatan emas ini yang mampu melaksanakan ibadah qurban. Sebab di dalam ekonomi yang menurun sebagai dampak pandemi ini, kita masih menyisihkan rezekinya untuk berqurban. Ini adalah anugerah istimewa di mana kebaikan ini kelak menjadi saksi di hari kiamat.

“Di tengah pandemi covid-19 dan berbagai problem hidup, marilah kita meneladani apa yang diteladankan oleh Nabi Ibrahim dan Isma’il ketika diuji oleh Allah dengan ujian yang sangat berat tersebut. Kita harus yakin bahwa di setiap kesulitan pasti ada kemudahan, jika kita bersabar. Kita harus yakin bahwa di setiap musibah pasti ada hikmah, jika kita bertawakal. Kita harus yakin bahwa di setiap masalah, pasti akan kita temukan jalan keluar, jika kita bertakwa,” sambungnya.

Diantara pelajaran yang lain di balik kisah nabi Ibrahim menurut Tgk. Zahari adalah kita sebagai orangtua harus mampu menanamkan kecintaan kepada Allah melalui pendidikan ketauhidan dan pendidikan akhlak. Tauhid sebagai landasan sikap sebagai hamba, akhlak sebagai landasan sikap sebagai manusia.

” Apabila tidak mampu mendidik, silahkan kita serahkan ke tempat pengajian baik Balee Beut, Dayah dan lainnya atau mendatangkan guru ngaji ke rumah. Jangan malu. Sebab, anak merupakan investasi terbaik bagi orangtua di akherat kelak. Tidak ada yang kita harapkan doanya, kecuali anak yang saleh yang senantiasa mendoakan baik saat masih hidup terlebih kita telah kembali kepangkuan-Nya,” tutupnya yang juga mahasiswa pascasarjana IAIN Lhokseumawe itu

Print Friendly, Pdf & Email