PEMERINTAH PULAU TALIABU

Hiswana Migas Palembang Gelar Muscab, Mitra Pemerintah dalam Penyaluran Migas ke Masyarakat

Liputan4.com, Palembang – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana) Palembang menggelar Musyawarah Cabang ke-X yang dilaksanakan di hotel The Zuri Palembang, rabu (8/2/23).

Muscab ke – X Hiswana migas Palembang mengangkat tema “maju bersama di era digital”, untuk memilih ketua yang baru masa bakti 2023-2027.


Hadir dalam muscab ke-X Hiswana migas Palembang dari pemerintah Sumsel yang diwakilkan Dr. Firmansyah staf ahli bidang hukum dan politik, dari Pertamina RM Pertamina sales dan corporate Dede Hairuddin, kepala dinas ESDM provinsi Sumatera Selatan Hendriansyah.

Staff ahli gubernur Dr. Firmansyah dalam keterangannya mengatakan dengan terselenggaranya muscab ini akan ada jalan keluarnya dalam pengelolaan dan pendistribusian migas di tengah masyarakat.

“saya kira ada jalan keluarnya dalam pendistribusian migas ditengah masyarakat dan antrian kita lihat di SPBU”, ujarnya.

KAPOLRES PULAU TALIABU

Hadir juga dalam muscab X Hiswana migas Palembang, Reynold PCS SAM Pertamina saat ditanya awak media mengenai harga gas melon (3 kg) yang beredar dimasyarakat harga yang jauh dari HET (harga eceran tertinggi).

“kita mengikuti kebijakan pemerintah saja sebagai operator Pertamina, intinya ngikutin undang-undang yang berlaku biar lebih tepat sasaran subsidinya¬†sesuai dengan undang-undang yang berlaku”, katanya.

Kami dari Pertamina selaku operator siap mendukung undang-undang yang ada, pastinya hiswana migas ini mitra kita di mana regulasi itu akan kita sampaikan ke mereka agar bisa menyesuaikan ke masyarakat dan masyarakat juga tahu aturannya,” tambahnya.

Pihak Pertamina selalu siaga telah menyediakan layanan call centre 135 apabila menemukan pelanggaran dalam penyaluran minyak dan gas bersubsidi.

“Pertamina sebagai operator penyaluran bukan pengawasan karena itu ada di pihak ketiga, kita akan menyalurkan sesuai dengan angka kuota yang diberikan dan kalau misal kita itu ada namanya one outlet one village artinya kita penyalurannya dan sebisa mungkin sampai ke seluruh masyarakat,” pungkasnya.