Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Digelar Di Desa Wisata Rammang-rammang,Begini Pemaparan Bupati Maros

Hari Peduli Sampah Nasional (Hpsn) Digelar Di Desa Wisata Rammang-Rammang,Begini Pemaparan Bupati Maros

Liputan4.com Maros – Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Sulawesi Selatan dipusatkan Di Desa Wisata Rammang-rammang, Salenrang Kec. Bontoa, Kabupaten Maros, sabtu (19/03/2022).

HPSN dihadiri Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Sulawesi Dan Maluku, Dr. Ir, Darhamsyah, M.Si, Kadis Lingkungan Hidup Prov. Sulsel, Ir. A. Hasbi, M.Si, Bupati Maros, Chaidir Syam, Kepala Badan TN Babul, Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) dan unsur pimpinan OPD Pemkab Maros.


Darhamsyah dalam peringatan HPSN itu mengingatkan semua pihak jika persoalan sampah harus menjadi perhatian utama.

Menurutnya upaya penanganan dan pengelolaan sampah harus melibatkan seluruh komponen masyarakat yang meliputi Pemerintah baik Pusat dan Daerah, akademisi, aktivis, komunitas, dunia usaha, asosiasi profesional dan bahkan individual.

\&Quot;\&Quot; Camat Bontoa MULYADI. S.STP Hadir Dalam Kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional Di Desa Wisata Rammang-rammang

Sementara Bupati Maros, Chaidir Syam mengucapkan terima kasih atas dipilihnya rammang-rammang sebagai lokasi peringatan HPSN dimana poin Clean atau bersih pada tempat wisata akan menjadi perhatian utama pemerintah.

Selain itu, Chaidir Syam juga memaparkan saat ini sementara pembahasan ranperda pengelolaan sampah dimana hal ini merupakan satu bentuk upaya pemerintah dalam mengolah dan meminimalisir sampah atau limbah ditengah masyarakat.

Menurutnya, jika sampah yang dihasilkan masyarakat semakin banyak, maka hal itu bukan menunjukkan keberhasilan pemerintah, namun pemerintah bisa dianggap berhasil jika sampah yang ada bisa dikelola dan didaur ulang sebelum tiba ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Kedepannya, Ketua PAN Maros ini juga menyampaikan akan memaksimalkan Fungsi Bank Sampah sehingga bernilai ekonomis dan ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Beberapa upaya lain yang dilakukan pemkab Maros dalam menjaga lingkungan, Chaidir Syam memaparkan terus mendorong kerjasama dari pemerintah desa untuk bahu membahu mewujudkan pembangunan Desa yang peduli terhadap lingkungan hidup dan tangguh menghadapi ancaman bencana dengan mengembangkan dan mengintegrasikan konsep Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE) dalam kebijakan pengalokasian Alokasi Dana Desa atau ADD dimana Kabupaten Maros menjadi Kabupaten Pertama di Sulsel yang menerapkan konsep ini.

Print Friendly, Pdf & Email