Hari Kesaktian Pancasila, Perindo: Keteladanan Pemimpin dan Elit Politik Jadi Kata Kunci Mempertahankan dan Mengamalkan Pancasila

Hari Kesaktian Pancasila, Perindo: Keteladanan Pemimpin Dan Elit Politik Jadi Kata Kunci Mempertahankan Dan Mengamalkan Pancasila

JAKARTA – Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memperingati Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober. Dalam upacara peringatannya, selalu dibacakan Ikrar Kesaktian Pancasila yang berbunyi sebagai berikut.

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Kami yang melakukan upacara ini menyadari sepenuhnya:


Bahwa sejak diproklamasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia;

Bahwa rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan, kekurangwaspadaan Bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya untuk menumbangkan Pancasila sebagai Ideologi Negara;

Bahwa dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, Bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia;

Maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan,
menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tahun ini, tema Hari Kesaktian Pancasila adalah ‘Bangkit Bergerak Bersama Pancasila’.

Ketua Bidang Keagamaan DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Abdul Khaliq Ahmad menyatakan, pembacaan Ikrar Kesaktian Pancasila merupakan wujud ekspresi kesadaran, komitmen, dan loyalitas terhadap ideologi nasional bangsa Indonesia, yaitu Pancasila yang diyakini benar dan mampu menjaga integrasi bangsa dengan keanekaragaman suku, etnik, budaya, bahasa, dan agama dalam bingkai NKRI. Menurutnya, kekuatan suatu ikrar tidak terletak pada seberapa banyak orang yg membaca, tetapi tercermin pada tindakan nyata, baik secara individual maupun sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Untuk itu, keteladanan para pemimpin dan elite politik menjadi kata kunci dalam mempertahankan dan mengamalkan ideologi nasional, Pancasila,” kata Khaliq kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (30/9/2022).

Khaliq melanjutkan, Partai Perindo bertekad dan berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam upaya mempertahankan dan mengamalkan Pancasila. Seluruh program perjuangan partai diorientasikan pada penguatan ideologi Pancasila, termasuk program ekonomi dan sosial, berupa bantuan modal usaha dan gerobak bagi UMKM, ambulans gratis untuk membantu masyarakat yang memerlukan, serta program prorakyat lainnya.

“Partai Perindo mendedikasikan seluruh upaya perjuangannya untuk memelihara, mengembangkan dan mempertahankan persatuan Indonesia demi keutuhan dan kedaulatan NKRI, serta mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera,” pungkasnya.