PPDB KOTA MEDAN 2022
Papua  

Guna Menjaga Mimika Aman dan Damai, Ketua KPK: Persoalan Pribadi Jangan Kaitkan Suku

Guna Menjaga Mimika Aman Dan Damai, Ketua Kpk: Persoalan Pribadi Jangan Kaitkan Suku
Yosep Temorubn SH

TIMIKA | Media sosial sudah menjadi kebutuhan manusia saat ini yang hampir 87 persen masyarakat bermedia sosial.

Namun, dengan kemudahan dalam penggunaan media sosial ini nyatanya banyak ditemukan kasus penyalahgunaan medsos seperti penyebaran hoaxs, hingga ujaran kebencian. Untuk itu, penting sekali berhati-hati dalam menggunakan medsos secara bijak agar tetap aman.


Menyikapi Hal itu Yosep Temorubn SH selaku Pengacara yang juga pemerhati Hukum pada Jumat, (18/6/3022) menyampaikan agar masyarakat khususnya di Mimika agar bijak bermedia sosial, apalagi hal- hal yang berkaitan dengan suku.

Bagi Yosep, agar menjaga Mimika yang aman dan damai diharapkan semua pihak menjaga kamtibmas dalam keadaan kondusif, sudah menjadi tanggung jawab bersama. Baik persoalan kriminal yang terjadi di masyarakat maupun persoalan pribadi yang terjadi di tengah- tengah masyarakat untuk tidak melibat nama suku, maka model ego sektoral harus dihentikan karena berdampak merugikan banyak pihak.

“Oleh sebab itu memberikan himbuan kepada publik bahwa jika ada persoalan kriminal yang terjadi di masyakat cukup pribadi tidak boleh memberikan pernyataan di whatssap dengan berbagai pesan berantai antara suku A dan Suku B, karena pesoalan yang terjadi murni pribadi dan tidak boleh melibatkan nama suku,” ungkap pria yang juga ketua KPK..

Dikatakan, Kita harus bijaksanan dan cerdas dalam melihat persoalan yang terjadi dilapangan bukan dengan sikap emosional dengan membawa nama-nama suku, karena tidak ada perintah atau komando dari suku untuk melakukan kejahatan itu murni persoalan pribadi. hal ini perlu saya ingatkan karena ketika terjadi persoalan di lapangan selalu membawa nama suku ini yang perlu dihindari sehingga tidak menimbulkan gesekan antar suku di Mimika.

“Harapan saya semua elemen masyarakat memberikan pemahaman kepada warga sehingga menghentikan ego sektoral yang berimplikasi menimbulkan kegaduhan di publik.,” ujarnya lagi.

Saat ini, menurutnya, Kita melihat banyak pihak tidak cerdas dalam bermedsos, yang terjadi ketika ada masalah pribadi selalu saja ada pesan berantai melalui whatssap antara suku A dan suku B, ini tren model baru yang di bangun harapan model seperti merugikan banyak pihak karena ulah masalah pribadi berimplikasi dengan pesan whatssap menimbulkan kegaduhan di publik.

“Setiap orang harus cerdas dalam bermedsos, gunakan medsos untuk memberikan edukasi yang baik di publik sehingga kita terhindari dari ego sektoral, dan saya berharap semua pihak untuk menempatkan diri dalam melihat masalah yang terjadi di masyarakat jangan karena masalah oknum dan berimplikasi ke banyak pihak, ” paparnya.

Print Friendly, Pdf & Email