DIRGAHAYU BHAYANGKARA KET-76

Guna Memperkokoh Persaudaraan Antar Umat Beragama, Kerukunan Keluarga Luwu Timur Peringati Maulid Nabi 

Guna Memperkokoh Persaudaraan Antar Umat Beragama, Kerukunan Keluarga Luwu Timur Peringati Maulid Nabi 

TIMIKA | Kerukunan Keluarga Luwu Timur memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema “Meneladani Nabi Muhammad SAW. untuk memperkokoh kepedulian dan kebersamaan Kerukunan Antar Umat Beragama. Minggu, (07/11/21)

Kegiatan tersebut dihadiri oleh petinggi kerukunan keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Hj Iwan Anwar SH yang selaku anggota DPRD Kabupaten Mimika, Ustad Abdul Karim, S.Ag serta seluruh masyarakat kerukunan keluarga Luwu Timur, baik yang beragama Islam maupun Nasrani.


Dalam sambutannya Arham, selaku ketua KKLT mengatakan soal kebersamaan kerukunan umat beragama bukan hal baru lagi bagi kami, kami di daerah Luwu terdapat Islam, Nasrani dan lain lain.

Kita Luwu Timur sudah mempraktekkan soal keberagaman antar umat beragamavsejak dahulu hingga saat ini di tanah rantau,” kata Arham saat memberikan sambutannya.

“Dengan mengusung tema tema ini, saya mengajak kita semua masyarakat Luwu Timur marilah sama-sama kita tetap mengikat tali persaudaraan antara sesama kita warga Luwu, sehingga kita tetap dalam satu kekeluargaan yang solid,“ tandasnya.

Untuk diketahui Lanjut Arham bahwa, baik kita yang muslim, Nasrani dan yang lainnya ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan Maulid ini.

“Saya punya sekretaris juga adalah non muslim jadi kita tetap menjunjung tinggi keberagaman kerukunan umat beragama.” ungkap Arham.

Senada dengan ketua KKLT, Syamsuddin selaku ketua BPD KKSS mengatakan kami di Luwu ada bermacam macam keyakinan tapi Alhamdulillah kami di perantauan maupun di kampung selalu rukun dan damai.

“KKSS adalah milik kita semua, saya hanya pelaksana jadi marilah kitab tunggal ego masing-masing, tinggalkan ocehan masing-masing dan mari kita membangun bersama sebab KKSS bukan milik Syamsuddin tetapi milik masyarakat Sulawesi Selatan” ( kata Syamsuddin)

Syamsuddin menambahkan, Namanya saja kerukunan keluarga Sulawesi Selatan, bagaimana mau rukun kalau saling mengoceh.

Sementara itu, Ustad Abdul Karim, S.Ag dalam ceramahnya mengatakan jadilah ayah yang baik, jadilah orang tua yang baik, jadilah guru yang baik, dan jadilah tetangga yang baik. Janganlah menyakiti tetanggamu, hormatilah tetanggamu tanpa melihat apa agama tetanggamu, karena tetangga adalah saudara kita terdekat yang tahu tentang kondisi kita,” tukas Ustadz Karim.

“Kita harus bersatu kemudian mengembangkan Timika ini dalam kebersamaan;bergotong royong dan bekerja sama dengan sesuatu yang kita sepakati, saling bertasamu, saling toleran dengan perbedaan perbedaan kita,” pesanya.

Kita semua harus sepakat untuk menjaga keharmonisan ini.

penulis: Ochen
editor: redaksi/Papua
Print Friendly, Pdf & Email