LIPUTAN4.COM, BANDUNG – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKB Dapil Jabar 2, Humaira Zahrotun Noor, menggelar kegiatan reses di Pesantren Wasilatul Huda, Desa Cikuya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (01/03/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, dihadiri para konstituen, relawan, dan masyarakat yang selama ini turut berjuang dalam Pileg 2024 lalu.
Sejak siang, halaman pesantren dipadati warga yang antusias menyambut kehadiran wakil rakyat yang mereka menangkan. Suasana haru terasa ketika Humaira menyapa satu per satu relawan dan simpatisan yang telah mengantarkannya duduk di kursi DPRD Provinsi Jawa Barat.
Dalam pernyataannya, Humaira Zahrotun Noor menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan memperjuangkannya pada Pemilihan Legislatif 2024.
“Saya berdiri di sini bukan karena kekuatan saya pribadi, tetapi karena doa, perjuangan, dan kerja keras bapak-ibu semua. Terima kasih yang tak terhingga kepada para relawan, tokoh masyarakat, para santri, dan seluruh konstituen yang telah mempercayakan amanah ini kepada saya. Insya Allah amanah ini akan saya jaga sebaik-baiknya,” ujar Humaira disambut tepuk tangan hadirin.
Dalam kegiatan tersebut, sang politisi membahas berbagai persoalan di masyarakat, mulai dari persoalan jaminan kesehatan, pendidikan, hingga kesejahteraan sosial. Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah terkait BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang diblokir.
Humaira menjelaskan bahwa pemblokiran BPJS PBI bisa terjadi karena beberapa faktor administratif dan validasi data.
“Terkait BPJS PBI yang diblokir, ada beberapa kemungkinan penyebabnya. Bisa karena pembaruan data, perubahan status ekonomi, atau ada anggota keluarga yang terdeteksi memiliki aktivitas keuangan tertentu, termasuk pinjaman online atau judi online, “jelasnya.
Maka saya mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap pinjol dan judol karena dampaknya bisa luas, termasuk pada akses bantuan sosial,”tegasnya melanjutkan.
Ia juga membuka ruang koordinasi bagi warga yang mengalami kendala agar dapat dibantu proses pengaktifan kembali melalui mekanisme yang berlaku.
Selain kesehatan, Humaira menyoroti pentingnya pendidikan bagi generasi muda. Ia secara khusus mengingatkan agar bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan sekolah anak.
“Saya titip pesan, bantuan PIP itu hak anak untuk pendidikan. Jangan dipakai untuk kebutuhan orang tua. Gunakan untuk membeli tas, sepatu, buku, dan perlengkapan sekolah lainnya. Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban bullying karena tidak punya perlengkapan yang layak,” pesannya dengan nada serius.
Menurutnya, perhatian terhadap hal-hal sederhana seperti seragam dan sepatu sekolah dapat berdampak besar terhadap kepercayaan diri anak di lingkungan pendidikan.
Dalam penutup pernyataannya, Humaira menegaskan komitmennya sebagai wakil rakyat dari Fraksi PKB untuk selalu hadir di tengah masyarakat.
“Saya tidak ingin mendengar ada warga yang tidak bisa berobat karena persoalan biaya atau administrasi. Saya juga tidak ingin ada anak yang putus sekolah karena faktor ekonomi. PKB akan selalu hadir membantu masyarakat, berada di tengah masyarakat, dan menjadi jembatan antara aspirasi warga dengan kebijakan pemerintah,” tandasnya.
Kegiatan reses ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama antara Humaira, pengurus PKB, relawan, serta warga yang hadir. Banyak masyarakat berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan secara rutin agar komunikasi antara wakil rakyat dan konstituen tetap terjaga dengan baik.
Reses tersebut menjadi bukti bahwa politik tidak hanya soal kontestasi, tetapi juga tentang pengabdian dan keberpihakan nyata kepada rakyat. (Akuy)












