PEMERINTAH PULAU TALIABU

Dukung Pemerintah Percepatan Penurunan Angka Stunting, Bidokkes Polres Maros Edukasi PHBS 

Liputan4.com Maros – Kapolres Maros Akbp Awaludin Amin didampingi Kapolsek Akp Makmur, Bidokkes Polres Maros Ipda dr Anastasia Desy Pratiwi  bersama Jajaran polres Maros mengunjungi Bayi penderita Stunting di Dusun Bulusipong, Desa Alatengae, Kecamatan Bantimurung, Jumat (10/03/23).

Kunjungan ini sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam penurunan angka stunting di Indonesia sebagaimana yang telah di intruksikan oleh KAPOLRI.


Selain itu, Kapolres Maros di dampingi Kapolsek Bantimurung, Camat Bantimurung,kades alatengae, pendamping dari puskesmas dan juga BKKBN memberikan bantuan berupa sembako, dan asupan gizi buat Nur Aqilah Az-Zahra yang berusia 1 tahun 8 bulan.

Kapolsek Bantimurung bersama forkopimcam menyerahkan bantuan kepada Balita Stunting

Warga desa alatengae sangat mendukung Polri dalam mencegah tingginya angka stunting umumnya di kabupaten Maros, hal ini juga di ungkapkan Camat Bantimurung.

” Saya mewakili Warga alatengae mengucapkan terima kasih banyak kepada kepolisian terkhusus Kapolres Maros dalam rangka mendukung pemerintah percepatan penurunan angka stunting bisa teratasi,dengan cara ini yang di lakukan Kapolres Maros saya kira pemerintah desa dan kelurahan tentunya menjadi sebuah sampel untuk bisa bersama sama bisa mengatasi stunting di wilayah ini,” Ungkapnya.

KAPOLRES PULAU TALIABU
Kapolres Maros memberikan edukasi pola hidup sehat

Di tempat yang sama, Kasidokkes Polres Maros Ipda dr Anastasia Desy Pratiwi menjelaskan pola penanganan Stunting yang dilakukan Polres Maros pertama tama memperoleh data penderita Stunting selanjutnya kolaborasi dengan petugas gizi dari Puskesmas, petugas BKKBN melakukan pemeriksaan tinggi dan Berat Badan secara langsung untuk menentukan apakah Stunting atau Stunting yang disertai Gizi buruk atau lainya, jikalau itu gizi buruk maka petugas gizi menghitung kebutuhan gizi serta menentukan makanan pokok dan makanan tambahan apa saja yang diperlukan.

Jadi setelah memperoleh data penderita Stunting selanjutnya kolaborasi dengan petugas gizi dari Puskesmas, petugas BKKBN melakukan pemeriksaan tinggi dan Berat Badan secara langsung untuk menentukan apakah Stunting atau Stunting yang disertai Gizi buruk atau lainya, jikalau itu gizi buruk maka petugas gizi menghitung kebutuhan gizi serta menentukan makanan pokok dan makanan tambahan apa saja yang diperlukan” Jelas, Ipda dr Anastasia.

“Selanjutnya dibentuk TPK (Tim Pendamping Keluarga) yang terdiri dari bidan Desa Kader KB dan Kader PKK yang bertugas memberikan pendampingan terhadap balita penderita Stunting” ungkap Ipda dr.Anastasia.

“Kemudian pada kunjungan kedua penderita Stunting diberikan bantuan sesuai kebutuhan yang telah dihitung saat kunjungan sebelumnya kemudian diberikan edukasi untuk pola makan yang harus diberikan kepada Penderita Stunting sehingga kebutuhan gizi terpenuhi, dan saat itu pula pendampingan dimulai sampai target memenuhi serta dilakukan evaluasi hasil pendampingan setiap bulannya dengan mengukur tinggi dan berat badan sampai tiga bulan ke depan dan Selain itu juga dilakukan edukasi PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat)” Ucap Ipda dr.Anastasia